Sekolah Korban Tol Tunggu Nasib

0

Semarang, Mediajateng.net – Progres relokasi SMP Negeri 16 Semarang belum menunjukkan hasil signifikan. Hingga kini relokasi sekolah yang terdampak pembangunan tol itu, tinggal menunggu appraisal tanah pengganti.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, dana pengganti lahan dan bangunan SMPN 16 Semarang sudah disepakati Rp 123 miliar. Sebanyak Rp 11 miliar untuk bangunan dan sisanya untuk pengganti lahan.

Ia pun akan menggunakan anggaran tersebut semaksimal mungkin untuk pembangunan SMPN 16 Semarang yang baru. Jika nantinya terdapat kekurangan, pihaknya akan menganggarkan pada APBD Kota Semarang 2021.

“Kami persyaratannya sudah clear. Kami juga sudah menyiapkan alternatif pengganti tanah. Tinggal menunggu dari Jasamarga dan PPKom,” terang Gunawan usai rapat koordinasi dengan Komisi D DPRD Kota Semarang, Rabu (25/1).

Gunawan menyebut, ada tiga alternatif pengganti lahan SMPN 16 Semarang, antara lain dua lahan  berada di Jalan Prof Hamka Ngaliyan dan satu sisanya berada di Beringin, Ngaliyan.

“Mudah-mudahan dari PPKom dan Jasa Marga bisa mempercepat sehingga pembangunan bisa dilakukan 2020,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswagati berharap, lahan pengganti yang disetujui yakni lahan yang berada di Jalan Prof Hamka tepatnya sebelah Pizza Hut Ngaliyan. Luasan lahan tersebut yaitu Rp 15.145 meter persegi. Menurutnya, lahan itu cukup strategis dan akses mudah dijangkau oleh warga sekolah.

“Keinginan masyarakat dan pemerintah disitu karena berada di jalan utama sehingga aksesnya mudah. Tapi, tetap menunggu appraisal dari PPKom,” tambahnya.

Ia pun mendorong Disdik untuk terus berkomunikasi dengam PPKom dan Jasamarga agar appraisal pengganti tanah segera disetujui.

“Tadi saat rapat katanya dua minggu untuk menunggu appraisal. Nanti kami akan rapat lagi dengan Disdik terkait perkembangannya awal Februari,” katanya. (ot/mj)