Aksi saling dorong terjadi antara polisi dan warga yang protes hasil rekapitulasi KPU. Ricuh di Purwodadi, terjadi pada simulasi keamanan yang digelar Polres Grobogan. Foto : Agung Tri

GROBOGAN, Mediajateng.net – Usai penghitungan suara di sebuah TPS, beberapa orang warga datang memaksa para petugas TPS untuk melakukan penghitungan suara. Mereka menilai rekapitulasi penghitungan suara yang baru saja dilakukan ini tidak transparan.

Terjadi kericuhan yang membuat pasukan pengamanan yang terdiri anggota Satpol PP, babinsa dan bhabinkamtibmas serta polsek setempat datang ke TPS tersebut untuk meredam emosi warga. Kondisi keamanan kembali kondusif.

Beberapa saat kemudian, datang puluhan pendemo ke Kantor KPU. Mereka menuntut adanya pemungutan suara diulang sebab dinilai tidak transparasi. Kedatangan mereka kemudian dicegah puluhan petugas kepolisian. Mereka dihalangi masuk ke Gedung KPU.

Merasa dihalang-halangi, terjadi aksi dorong-dorongan antara petugas dan pendemo hingga terjadi aksi anarkisme. Pihak kepolisian langsung mengerahkan ratusan anggotanya untuk mengamankan aksi tersebut.

Satu orang terluka dalam aksi dorong-dorongan tersebut. Kondisi sempat kondusif beberapa saat.
Tidak lama, massa kembali menggeruduk Kantor KPU dengan jumlah yang lebih besar.

Lagi-lagi, kedatangan mereka dihalangi ratusan petugas. Bahkan, mobil water canon dan dua ekor anjing pelacak disiapkan untuk mengantisipasi aksi kericuhan.

Massa kemudian melempari petugas dengan jagung busuk. Aksi dorong-dorongan juga kembali terjadi. Bahkan, seorang pendemo berusaha melawan seorang petugas.

Beruntung, anggota polisi berpangkat Bripka tersebut dapat menahan pukulan yang dilayangkan para pendemo ini. Aksi ini memicu mobil water canon masuk ke area kericuhan untuk mengusir para pendemo keluar dengan semprotan gas air mata dan tembakan pistol ke udara.

Para pendemo langsung merusak sejumlah fasilitas umum yang ada di sekitarnya. Hal ini membuat para polisi melakukan pengejaran dan perlawanan kepada pelaku pengrusakan.

Satu orang pendemo tewas ditempat setelah ditempa timah panas pasca melakukan perlawanan terhadap petugas.

Insiden ini merupakan bagian dari simulasi pengamanan kota (Sispamkota) menjelang pemilu serentak yang akan diadakan pada 17 April 2019 nanti.

Dalam kegiatan ini, melibatkan sebanyak 500 personil yang terdiri dari anggota personil Satpol PP, TNI dan Polres Grobogan serta Brimob Polda Jateng dikerahkan untuk simulasi tersebut.

Beberapa tahapan demi tahapan menjadi kerangka dari simulasi ini. Mulai dari tahapan pencoblosan suara, kemudian penghitungan suara di TPS sampai dengan rekapitulasi penghitungan suara di KPU. Setelah itu, terjadi kericuhan dari massa yang menyatakan hasil rekapitulasi tersebut tidak sah sehinga terjadi aksi demonstrasi yang berakhir pada kericuhan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, simulasi Sispamkota ini dilaksanakan guna mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan pemilu nanti.

“Hari ini kita mengadakan simulasi Sispamkota yang melibatkan para personil dari polisi, anggota TNI, dan Satpol PP untuk melihat kesiapan apabila terjadi hal-hal yang anarkis dalam pelaksanaan pemilu nanti. Dalam simulasi tadi ada berbagai macam tahapan-tahapan dimulai dari tahapan pencoblosan surat suara sampai tadi ada aksi anarkis,” jelas Kapolres kepada wartawan usai kegiatan simulasi Sispamkota, Selasa (12/3) di Alun-alun Purwodadi.

Sementara itu, Sekda Grobogan Moh Soemarsono mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang ikut terlibat dalam simulasi Sispamkota ini. Melalui sambutannya, Moh Soemarsono mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan pada saat pelaksanaan pemilu.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang telah terlibat dalam kegiatan simulasi Sispamkota hari ini. Tentu saja, kami dari Pemerintah Kabupaten Grobogan tidak menginginkan terjadi aksi anarki seperti yang terjadi pada simulasi tadi. Tetapi jika nantinya akan ada seperti ini, saudara-saudara dari Kepolisian, TNI, Satpol PP dan seluruh yang terkait sudah siap,” katanya.

Dalam simulasi ini juga hadir tamu undangan lainnya, seperti Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo, Kepala Satpol PP Grobogan Bambang Panji, para anggota komisioner KPU Grobogan, perwakilan dari tim pemenangan kampanye partai, perwakilan dari Kodim 0717/Purwodadi serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Grobogan.mj/agung