SEMARANG, mediajateng.net – Kota Semarang terus menunjukkan realisasi investasi yang terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki, tren peningkatan tersebut bisa dilihat dari jumlah investasi dari tahun ke tahun, yakni pada tahun 2016, realisasi investasi mencapai Rp9,5 triliun, tahun 2017 mencapai Rp20,5 triliun, dan tahun 2018 meningkat lagi menjadi Rp27,5 triliun.

“Terus mengalami peningkatan yang positif dari tahun ke tahun. Dari data sendiri dari 2016 sampai 2018 lalu terus mengalami peningkatan yang signifikan,” ungkapnya, kemarin.

Ulfi mengatakan, untuk tahun 2019 ini diharapkan dapat terus meningkat dibanding tahun 2018 lalu. Tren pada peningkatan tersebut kata dia, khususnya di tahun 2018 lebih didominasi oleh investasi properti yang berkontribusi mencapai angka 60 persen.

“Sebagian besar adalah investasi di bidang apartemen, perumahan, hotel, mall. Selanjutnya investasi di bidang industri yaitu industri kayu, kertas, garmen dan lainnya,” bebernya.

Secara terpisah, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Prijanto mengatakan, sektor properti Kota Semarang semakin menarik untuk dijadikan sebagai lokasi investasi pilihan. Sebagai ibukota provinsi, Kota Semarang memiliki banyak faktor yang mendorong perkembangan dan pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah.

“Kami nilai Kota Semarang sangat pas untuk jadi target investasi properti. Selain itu juga didukung akses jalan tol yang saat ini sudah terhubung ke kota-kota sekitarnya,” imbuhnya. (ot/mj)