Grobogan, Mediajateng.net-Sudah menjadi tradisi, seluruh harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Lebaran. Tak terkecuali dengan daging.

Untuk mengantisipasi kualitas daging, Dinas Peternakan Kabupaten Grobogan menggelar razia daging. Razia tersebut dilakukan di dua pasar tradisional yakni pasar Godong dan pasar Gubug. Operasi tersebut dilakukan bersama Disperindag, Dinkes, Polres Grobogan dan Satpol PP Kabupaten Grobogan.

Dalam rangkaian razia ini, tim gabungan menemukan daging busuk seberat 9,5 kilogram yang masih dijual pedagang di pasar Godong. Daging itu dinyatakan busuk setelah dilakukan uji positif memiliki kandungan kadar air tinggi dan positif bangkai bukan daging segar. Selain itu juga ditemukan pedagang yang menjual daging glonggongan seberat 1,4 kilogram dengan kadar air tinggi mencapai 89 persen.

Sementara di pasar Gubug, petugas gabungan tidak menemukan adanya daging busuk maupun daging glonggan seperti halnya yang ditemukan di Pasar Godong.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) drh. Riyanto melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Pengolahan Hasil (Kesmavet) drh Sih Dalmaji membenarkan penemuan daging busuk yang dilakukan tim gabungan dalam razia di Pasar Godong, Selasa (5/6/2018).

“Penemuan daging busuk benar adanya berdasarkan hasil razia kami di pasar Godong. Telah di temukan penjualan daging busuk seberat 9,5 kilogram karena usai di uji laboratorium positif kadar airnya tinggi dan positif bangkai, selain itu juga ditemukan daging glonggongan seberat 1,4 kilogram dengan kadar air tinggi hingga mencapai 89 persen. Adapun di pasar Gubug kami tidak menemukan daging busuk maupun daging glonggongan,” terangnya.

Selanjutnya, seluruh daging hasil razia ini disita dan kemudian dimusnahkan dengan cara melakukan pembakaran.

“Kami musnahkan semua daging hasil razia dengan cara di bakar, sedangkan sanksi yang di berikan kepada pedagang daging yang nakal akan kami kenakan sanksi administrasi,” imbuhnya.

Rencananya, pihak Disnakkan akan melakukan razia daging glonggongan secara besar-besaran sebagai langkah antisipasi jelang Lebaran. (Ag-Mj)