Grobogan, Mediajateng.net – Sebanyak 278 siswa kelas X SMA 1 Welahan, Kabupaten Jepara, datang ke Kabupaten Grobogan untuk menimba ilmu yang tidak biasanya. Mereka bertandang ke Rumah Kedelai Grobogan (RKG) untuk melihat langsung produksi tahu dan tempe khas Grobogan di sentra pembuatan tempe organik binaan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan tersebut.

Rombongan dari bumi Kartini itu diterima langsung Ka Dinas Pertanian Ir Edhie Sudaryanto di aula RKG. Di sana, Edhie menjelaskan langsung di hadapan para siswa dan guru SMAN 1 Welahan mengenai varietas dari kedelai yang dibuat untuk bahan baku tempe organik tersebut.

Menurut Edhie, keberadaan RKG bukan hanya sebagai tempat menampung hasil panen kedelai saja. Namun, RKG juga difungsikan untuk sarana belajar mulai hilir hingga hulu dari komoditi kedelai.

Ditambahkan juga, RKG juga menyediakan benih kedelai berkualitas varietas Grobogan. Serta, sarana pembelajaran bagi petani dan UMKM. Di tempat inilah juga disiapkan lokasi tanam kedelai, penjemuran hingga pengolahan beragam aneka bahan pangan dari bahan kedelai.

Kedelai varietas Grobogan memang sudah dikembangkan secara terus-menerus oleh petani di Kabupaten Grobogan. Kedelai varietas ini, lanjut Edhie, bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO dan sudah mendapat sertifikasi nasional. Hal ini, berbeda dengan kedelai impor yang merupakan hasil rekayasa genetik.

“Terus terang, saya merasa bangga ada kunjungan siswa dan guru dari Kabupaten Jepara ini yang memilih Grobogan sebagai lokasi belajar budidaya kedelai. Harapan saya, apa yang didapat dari sini membawa manfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Welahan bidang Kesiswaan, Nur Adit, mengatakn tujuan kedatangan para siswa bersama 24 guru pendamping ke RKG ini untuk memberikan ilmu seputar budidaya kedelai kepada siswanya. Mulai dari penanaman kedelai sampai menciptakan produk kedelai dan pemasarannya.

‘’Di RKG ini, siswa-siswi kami dapat belajar masalah kedelai secara lengkap. Mulai dari bagaimana cara penanaman hingga pengolahan produk dan pemasarannya. Ternyata RKG sudah membuat banyak produk dari kedelai lokal, ada tahu, tempe, dan susu kedelai. Ini bisa diaplikasikan untuk mata pelajara biologi, kimia, atau membuat prakarya,” ujarnya.

Usai mendapatkan penjelasan dari Edhie Sudaryanto, rombongan melihat langsung proses produksi tempe dan tahu serta beragam makanan ringan dari bahan kedelai di sana. Para siswa juga mencicipi langsung produk olahan dari RKG.

Terlihat antusiasme para siswa dengan adanya kegiatan ini. Nur Adit menjelaskan, kunjungan ke RKG merupakan salah satu rangkaian kegiatan “One Day Outing Class” untuk siswa kelas X. Selain di RKG, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Sangiran dan Tawangmangu.

‘’Jadi, kegiatan ini merupakan pembelajaran diluar kelas. Ada tiga lokasi yang kami tuju. Salah satunya adalah berkunjung ke RKG ini,” kata Adit, sapaan akrabnya. (Ag-MJ)