DEMAK, Mediajateng.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak, Jateng, menyatakan bahwa listrik menjadi salah satu sektor penting bagi kelancaran tahapan pemilu 2019. Sejumlah titik rawan gangguan listrik menjadi prioritas tindakan antisipatif pengamanan pada hari H pencoblosan. Ratusan ‘Pasukan Darurat’ PLN akan bersiaga 24 jam penuh.

“Tidak bisa dipungkiri, listrik menjadi salah satu sektor penting dalam pelaksanaan pemilu 2019. Untuk itu koordinasi dengan PLN terus ditingkatkan,” ungkap Bambang Setia Budi, Ketua KPU Demak, seusai acara Rapat Koordinasi Kesiapan Pemilu 2019 dan Distribusi Logistik yang diselenggarakan oleh KPU Demak, Senin (8/4/2019).

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Ketua KPU Demak, Bambang Setya Budi tersebut, dihadiri Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar, Dandim 0716 Demak Letkol Infantri Abi Kusnianto, Sekretaris Desk Pilkada Kabupaten Demak , Edy Suntoro, para camat serta jajaran Polsek dan Koramil.

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kabupaten Demak menyiapkan 270 petugasnya untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang diselenggarakan serentak pada 17 April mendatang.

“Tentunya kita ikut mendukung dan berpartisipasi mensukseskan pesta demokrasi ini. Petugas kita siagakan 24 jam, lengkap dengan kendaraan dan peralatan pendukung, sehingga jika sewaktu waktu terjadi gangguan jaringan listrik segera bisa tertangani dengan cepat,” kata Mokhamad Gati Jayeng Wibowo, Manager Bagian Jaringan UP3 Demak.

Jayeng menambahkan,sebanyak 270 personel yang disiagakan, 210 merupakan petugas darurat dengan ditambah 60 personel gerak cepat untuk mendukung kelancaran saat pencoblosan dan penghitungan suara.

“Sebanyak 60 personel itu, kita bagi dalam lima tim. Masing masing timnya terdiri dari 12 personel. Mereka didukung dengan mobil crane,”pungkasnya.