SEMARANG, mediajateng.net – Sebagai salah satu upaya untuk memerangi teror dan aksi kriminalitas di jalanan, ratusan anggota berbagai klub motor di Jawa Tengah melakukan deklarasi Jateng Kondusif.

Deklarasi tersebut dilakukan di Taman Indonesia Kaya, bersama dengan perwakilan Polda Jawa Tengah, Polrestabes Semarang dan Pemerintah Kota Semarang, Jumat (8/2) malam.

Menurut Ketua Keluarga Besar Bikers Semarang (KBBS) Pramudho Sasmito Adhi, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan deklarasi jateng kondusif. Deklarasi tersebut, menurutnya dapat memberi dampak positif bagi seluruh komunitas bikers yang ada di Jawa Tengah.

“KBBS sangat mendukung apalagi acara ini diinisiasi oleh Bikers Brotherhood Motorcycle (BBMC) dan acaranya di Kota Semarang. Ini suatu hal yang sangat baik,” katanya, usai pembacaan deklarasi.

Lebih lanjut, Pram sapaan akrab Pramudho Sasmito Adhi itu mengatakan, dalam hal ini pihaknya sangat memerangi aksi teror yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Semarang. Baik itu aksi teror pembakaran mobil, maupun tindakan kriminalitas gengster motor.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, untuk ikut serta memerangi aksi kriminalitas di jalanan. Kami juga ikut melakukan penyisiran dengan anggota kepolisian pada saat penangkapan anggota geng motor 69 beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

KBBS lanjut Pram, memberikan apresiasi yang lebih kepada pihak Kepolisian yang berhasil dengan cepat melakukan pengamanan dan penangkapan terhadap anggota geng yang sempat meresahkan warga Kota Semarang.

“Harapanya tidak ada gengster motor yang seperti itu lagi. Sehingga kondusifitas Kota Semarang dapat tetap terjaga. Karena apa? imbas dari keberadaan geng motor seperti itu secara tidak langsung juga mencoreng nama baik dari klub-klub motor yang ada di Kota Semarang,” tambahnya.

Sementara itu, External Capitano Bikers Brotherhood 1% MC Central Java Chapter, Dipa Yustia mengatakan, deklarasi yang dilakukan oleh berbagai unsur klub motor di Jawa Tengah ini merupakan jawaban bahwa pihaknya ikut serta dalam memerangi aksi teror di jalanan.

“Sejumlah rentetan aksi kriminal yang terjadi di awal tahun 2019 sebagian berhubungan dengan dunia otomotif. Di antaranya begal, gengster bersenjata, dan pembakaran kendaraan. Ini menurut kami merusak citra kami sebagai klub motor. Untuk di wilayah Jawa Tengah khususnya Semarang, kita sudah capek-capek membangun kesan positif menjadi bubar dalam waktu satu bulan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, deklarasi ini merupakan upaya pencegahan untuk menekan aksi kriminalitas. Momen ini juga dimanfaatkan untuk membagi pengetahuan tindakan apa yang mesti dilakukan jika menemui aksi kriminalitas di jalanan.

Pada kesempatan yang sama, Kasat PJR Dirlantas Polda Jateng AKBP Muhamad Ali menyebutkan, melalui deklarasi ini anggota klub motor mampu berperan aktif membantu menciptakan Jateng kondusif.

“Bisa mengajak masyarakat di lingkungannya mengaktifkan sis kamling, sehingga mencegah aksi kejahatan,” ungkapnya.

Menurutnya, meski sama-sama bergelut menggunakan kendaraan bermotor, anggota klub motor harus menunjukkan nilai lebih dibandingkan para pelaku kriminal.

“Klub motor ini benar-benar memperlihatkan identitas dirinya, sehingga berbeda dengan gengster. Dengan berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya. (ot/mj)