DEMAK, Mediajateng.net – Gelombang laut Jawa pada 22 Januari mencapai ketinggian 2,5 meter. Ganasnya ombak bisa menerjang dan menghanyutkan apapun, termasuk menggiring sampah ke tepian. Dan 67 remaja, telah bersiap menerima hasil buruan ombak tersebut.

Sampah di laut memang ibarat penjahat yang harus diburu, kemudian dikirim ke daratan. Terlebih sampah plastik, yang mengancam kehidupan biota laut. Ketika ombak sudah menyapu di lautan, manusialah yang memungut di tepian.

Kesadaran itu yang dibangun siswa SMK Negeri 1 Sayung, yang tergabung dalam ekstrakurikuler Pramuka ambalan Raden Mas Said dan Dewi Sartika, di Pantai Pailus, Jepara, Senin (22/1/2018).

“Kami diajarkan agar tidak memunggungi, namun menatap lautan. Wajarnya, kita menyukai menatap yang indah, maka kami ingin laut dan pantai yang indah,” demikian Aris Setiawan, Pradana Ambalan menjelaskan.

Tidak ingin berpanjang lebar memberi penjelasan, Aris berteriak mengajak 65 anggotanya untuk kembali beraksi. Berbekal karung, semua berbanjar di garis pantai. Memungut apapun di hadapan. Kaleng, plastik, batang kayu, bungkus makanan dan minuman dan lainnya.

“Bukan sekadar tubuh dan lingkungan yang harus bersih, namun identitas. Laut dan pantai adalah identitas bangsa kita, Indonesia,” kata Sutoko, Kepala SMK Negeri 1 Sayung.

Sutoko mengatakan aksi bersih pantai tersebut, dilakukan sebagai rangkaian Musyawarah Gugus (Mugus). Dalam musyawarah tersebut dilakukan pemilihan Pradana dan Pradana Ambalan.

“Kegiatan pramuka merupakan ekstra kurikuler wajib di SMK Negeri 1 Sayung, yang diharapkan menjadi tulang punggung pengembangan pendidikan karakter di sekolahan,” ujarnya.

Pembina Pramuka SMKN 1 Sayung , Miftahul Ulum, menjelaskan alasan pelaksanaan Mugus di Pantai Pailus. Pantai merupakan cermin kehidupan para nelayan, yang menjaga alam, tangguh dan berani. Yang merupakan representasi dasa dharma kedua dan kedelapan.

“Yang jadi pegangan harus benar-benar diamalkan. Karena yang jadi pegangan hidup Pramuka adalah Tri Satya dan Dada Dharma, maka jalankan itu,” kata dia.

Mendampingi Aris Setiawan, Maisy Diah Pratiwi terpilih sebagai Pradana Putri. Dia mengatakan, dalam berkegiatan Pramuka haruslah bergembira bersama alam dan tuhan.

“Sebagai ciri khas orang Demak yang religius, dua hal itu tidak boleh ditinggal,” kata dia.