SEMARANG, Mediajateng.net – Desa Tapak, Tugurejo punya potensi yang cukup besar untuk mengangkat sektor pariwata Kota Semarang. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang untuk diangakat menjadi desa wisata baru guna mendongkrak sektor wisata kota yang masih tertinggal.

Wakil Ketua Komunitas Remaja Prenjak, Eko Nugroho mengatakan jika diwilayahnya memiliki hutan mangrove yang punya potensi untuk mendatangkan wisatawan. Tahun ini sudah tercatat ada sekitar 4 ribu wisatawan yang datang untuk berkunjung. “ Minggu ini saja ada sekitar 600 wisatawan yang datang,” katanya kemarin.

Menurut Eko, sampai akhir tahun setidaknya kami menargetkan bisa mendatangkan 5 ribuan wisatawan dengan estimasi biaya paket wisata mulai dari Rp 45 ribu – Rp 150 ribu. “ Kami juga telah punya paket wisata berupa menanam mangrove, jalan-jalan naik kapal dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Tugu, HM Yenuarso menambahkan warga mendorong pemerintah untuk segera menjadikan Tapak menjadi desa wisata. Terlebih di Tapak sudah ada embrio yang sudah berpengalaman untuk mengolah potensi wisata yang ada. “Potensinya cukup bagus, kawasan Tapak bisa dibuat untuk tempat wisata memancing, kuliner, wisata perahu bahkan edukasi terkait penanaman mangrove dan pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Praktisi Desa Wisata Kota Semarang, Yossiady Bambang Singgih bisa menjadi daya tarik tempat wisata di Kota Semarang selain Kota Lama yakni kawasan Mangrove ini. “Namun sebelumnya harus ada pelatihan bagi masyarakat sekitar agar lebih mandiri dan menunjakkan potensi yang ada,” ungkapnya.(MJ-069)

Comments are closed.