SEMARANG, mediajateng.net, – Perusahaan B2B e-commerce Mbiz.co.id tahun ini akan memperluas segmen pasar Usaha Kecil Menengah (UKM). Dari data perusahaan Lippo Group ini menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 60 juta Small Medium Enterprise (UKM).

”Kami yakin bahwa potensi pasar UKM makin besar dan luas. Meski tahun 2018 hanya 6% UKM yang terserap dari total jumlah pelanggan kita. Untuk itu, kami terus menggenjot kinerja,” kata VP Channel Product Development Group Mbiz.co.id, Hita Supranjaya, Senin (11/3).

Dijelaskan Anja, sapaan akrab Hita Supranjaya, dengan semakin meningkatnya kompleksitas kebutuhan bisnis telah menjadikan tim pengadaan barang dan jasa (procurement) sebuah perusahaan sebagai bagian vital dalam menentukan efisiensi, produktivitas dan kinerja bisnis.

“Termasuk sektor UKM yang selama ini menemui banyak kendala seperti pemasaran dan kebutuhan bahan baku. Kami bantu mulai dari akses pasar hingga pemasaran,” ujarnya.

Sebagai tindaklanjut, Anja mengatakan, dalam minggu ini pihaknya akan mengikuti pameran E-Smart Industri Kecil dan Menengah (IKM) 2019 bertajuk “IKM Go Digital” di Kota Semarang. Kegiatan tersebut bertujuan agar pelaku UKM lebih mengenal sistem pengadaan barang dan jasa melalui e-commerce.

“Nanti produk UKM kita pasarkan ke vendor-vendor. Kita edukasi juga barang-barang yang dibutuhkan (customize items). Hingga saat ini sudah ada lebih dari 3600 vendor yang terdiri dari perusahaan besar, perusahaan publik, perusahaan multinational dan BUMN,” bebernya.

Sementara produk yang disediakan dibagi dalam 11 kategori, diantaranya peralatan industri, mesin dan bahan baku, otomotif dan transportasi, elektronik dan telekomunikasi, peralatan rumah dan lainnya.

Diakuinya, selama dua tahun terakhir, pihaknya telah membukukan total transaksi bersih senilai Rp2 triliun dan pertumbuhan mencapai triple digit.

Pria ini juga  menjelaskan, agar mampu menjadi solusi efektif dalam menjawab tantangan dan kebutuhan tersebut, perusahaannya telah dirancang sebagai platform digital yang memungkinkan proses pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan didalam satu platform dan transparan bagi seluruh pihak yang terkait. (ot/mj)