SEMARANG, mediajateng.net, – Sebanyak 90 mustahiq atau penerima zakat mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Propinsi Jateng di Gedung LPMP Jateng, Jumat (26/4). Para peserta adalah perwakilan masing-masing kabupaten kota se-eks Karesidenan Semarang.

Pelatihan yang diberikan diantaranya berupa budidaya lele,ternak cacing dan jangkrik. Menurut Ketua Baznas Prop Jateng KH Ahmad Daroji, dengan pelatihan kewirausahaan ini diharapkan nantinya para mustahiq yang berhasil berubah menjadi pemberi zakat atau muzaki.

“Ya agar mereka tidak sekedar menerima namun ke depan juga dapat ikut membagikan zakat,” terangnya.

Ahmad Daroji menjelaskan, selama dua pelatihan para peserta dimudahkan dalam menyerap ilmu kewirausahaan dengan komposisi pelatihan akan diperbanyak pada praktik.

“Paling materinya hanya sekitar 20 persen, sisanya lebih banyak praktik di lapangan agar lebih aplikatif,” tukasnya.

Diharapkan saat selesai mengikuti pelatihan, para peserta akan mudah mengaplikasikannya nanti. Ahmad Daroji menambahkan, kegiatan pelatihan kewirausahaan ini adalah kegiatan rutin untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.

Nantinya setelah diberikan pelatihan, para peserta nantinya juga akan diberikan modal usaha untuk memulai usahanya. Para peserta juga akan dimonitoring secara intensif supaya usahanya dapat berjalan dengan baik.

“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta yang saat ini masuk dalam golongan penerima zakat ke depannya akan berubah menjadi pemberi zakat,” tandasnya.

Peserta sendiri mendapatkan pelatihan teknik ternak ikan secara bioflok. Kelebihan sistem ini pertama selalu bersih karena sistem pembuangan kotoran lelenya dikeluarkan lewat pipa khusus.

Teknisnya, setiap kali sebelum dikasih makan, pipa pembuangan dibuka agar kotoran keluar bersama kotoran. Di sisi lain, kolamnya terus ditambah air sehingga tanpa menguras.

Tak hanya itu, air yang keluar dari pipa beserta kotoran lele dapat langsung dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Inilah yang disebut sistem bioflok.

Selain itu, setiap kolam juga dilengkapi dengan aerator untuk menambah pasokan udara dalam air yang bisa membuat ikan cepat besar. Keunggulan lain dari sistem bioflok adalah pakan yang diberikan yang dicampur dengan larutan prebiotik yaitu rempah-rempat seperti kunir, kencur, jahe dan temulawak.

Dengan sistem ini, lele dalam satu kolam bioflok mampu menghabiskan 8-9 kg pelet yang sudah direndam larutan prebiotik. Dengan direndam dalam larutan ini, pakan lele bisa berkurang hingga 20 persen, namun ikan sudah kenyang. Pemberian pakan lele hanya dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu di pagi hari pukul 07.00 dan malam hari sekitar pukul 19.00. (ot/mj)