SEMARANG, Mediajateng.net- PT Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang telah menyiapkan manajemen resiko selama berjalannya angkutan lebaran tahun 2019.

Sejumlah alat material untuk siaga, telah ditempatkan di titik strategis seperti diantaranya di Stasiun Tegal, Pemalang, Petarukan, Kuripan, Weleri, Kalibodri.

Menurut penjelasan Kepala PT KAI Daop 4 Semarang, Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso, alat berupa mesin pemadat tubuh rel dan ekskavator disiagakan bersamaan dengan material berupa pasir, bantal kayu, rel serta suku cadang jembatan.

“Untuk menyiagakan alat material siaga tersebut, kami telah menyiapkan personil yang bekerja secara penuh 24 jam, dan terbagi dalam 3 shift. Seluruhnya siap bertugas di 22 titik rawan banjir maupun longsor,” ungkapnya usai Gelar Pasukan Angkutan Lebaran KAI 2018, yang berlangsung di halaman Stasiun Semarang Tawang, Minggu (26/5).

Sementara itu guna memastikan keselamatan para penumpang, PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang, kali ini juga memastikan para kru operator kereta dalam kondisi sehat.

Tes kesehatan akan diberlakukan untuk seluruh kru terutama adalah operator masinis maupun petugas lapangan lainnya. Disamping itu pula kesehatan para penumpang menjadi prioritas pula. PT Kereta Api Semarang  juga akan menambah sebanyak 4 dokter dan 26 tenaga paramedis dari keseluruhan 52 personil kesehatan yang diturunkan selama arus mudik dan balik lebaran 2019 nanti.

“Mereka akan ditempatkan di enam pos kesehatan yang berada di Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Ngrombo dan Cepu.” tambah Huda.

PT Kereta Api Daerah Operasi 4 Semarang memperkirakan tahun ini akan terjadi peningkatan total volume penumpang sebesar 3,8 persen dari 486.841 penumpang tahun 2018 lalu. Puncak angkutan penumpang pra lebaran nantinya diperkirakan terjadi pada Kamis, 30 Mei 2019 atau pada H-6 dengan prediksi volume sebanyak 22.978 penumpang.

Sementara untuk pasca lebaran, puncaknya diperkirakan akan terjadi pada H+4 dengan prediksi volume penumpang mencapai 30.141 orang.mj-edo