BATANG – Mediajateng.net

Galian C ilegal di kawasan Sungai Petung, Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang memasok material untuk PT Adhi Karya yang ada di Semarang. Pernyataan itu dituturkan Pardi, salah satu supir truk yang beroperasi di galian C tersebut.

Pardi mengaku membayar pasir Rp 300 ribu untuk satu truk Colt Diesel kepada mandor.

“Pasir dimasukkan truk dengan begu (excavator) saya bayar ke mandor,” katanya ketika ditemui di areal penambangan, Rabu (21/3).

Pasir tersebut kemudian dibawa ke Semarang. Dengan blak-blakan dia mengaku mengirim pasir itu ke PT Adhi Karya.

“Kirimnya ke Semarang. Ke Adhi Karya,” ujarnya.

Dijelaskan, supir yang mengaku baru beroperasi empat hari ini hanya mengangkut pasir satu kali saja per hari.

Mendengar pernyataan seperti itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo coba mencari supir truk lain di dekat lokasi penambangan. Meski ada sekira 18 truk pasir berpelat H kuning, tapi tidak ada satu pun supir yang ditemukan. Semua pintu dan jendela truk ditutup rapat dan dikunci. Operator excavator pun juga tidak ada. Diketahui mereka berlarian begitu mengetahui iring-iringan rombongan Ganjar menuju lokasi tambang ilegal.

“Kalau resmi, mengapa mereka takut?” ucap Ganjar.

Di sela-sela pengamatan, Ganjar menghubungi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Teguh Dwi Paryono. Dia mendapat kepastian bahwa galian C tersebut memang tidak mengantongi izin alias ilegal.

Lebih lanjut, Ganjar mengimbau kepada kontraktor besar, terutama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk mencari tahu asal pasokan material yang mereka pakai. “Jangan sampai proyek pemerintah dipasok bahan baku dari tambang ilegal,” katanya. (MJ-404)