SEMARANG, Mediajateng.net, – Pembangunan proyek Kampung Bahari Tambaklorok Semarang, hingga kini masih terkendala pembebasan lahan. Sedikitnya masih ada 14 bidang lahan belum dibebaskan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Hal itu mengakibatkan proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, masih jauh dari konsep secara keseluruhan.

Salah satu tokoh masyarakat Tambaklorok, M. Rozikin mengatakan, untuk menyelesaikan pembangunan Kampung Bahari secara keseluruhan memang membutuhkan waktu lama.

“Pembangunan tahap awal ini baru pembangunan jalan, Ruang Terbuka Hijau, dan pasar. Itupun baru mencapai progres kurang lebih 40 persen. Targetnya memang akhir tahun ini (2018) rampung. Warga sebetulnya senang ada proyek itu. Namun warga justru menyangsikan keseriusan pemerintah apakah betul-betul bisa memujudkan,” katanya, kemarin.

Rozikin mengatakan, sejauh ini kendala yang dihadapi karena lambatnya penyelesaian pembebasan lahan warga. Menurutnya, penyelesaian pembebasan lahan tidak ditangani secara intens sehingga menjadi berlarut-larut. Ditambah lagi Pemkot Semarang cenderung kurang intens dalam berkomunikasi dengan warga secara keseluruhan.

“Pernahkah, semua unsur RT, RW, tokoh masyarakat, termasuk para warga yang terdampak diajak duduk santai dalam suasana akrab? Tidak pernah,” katanya mempertanyakan.

Hal yang terjadi sebetulnya, lanjut Bandot, adalah miskomunikasi antara Pemkot Semarang dengan beberapa warga.

“Misalnya, pada waktu penentuan nominal, ada beberapa warga yang tidak bisa hadir sosialisasi karena sedang keluar. Tiba-tiba diukur oleh tim pengukur tanah. Maka terjadilah miskomunikasi,” katanya.

Bandot, secara pribadi mengaku senang dan bangga atas program pembangunan Kampung Bahari Tambak Lorok. Apalagi Presiden Joko Widodo sendiri mengecek secara langsung di kampung tersebut.

Seperti diketahui, mega proyek Kampung Bahari Tambaklorok mewacanakan kampung tersebut akan dijadikan Kampung Apung sebagai penyelesaian permasalahan banjir dan rob. Terdapat rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk nelayan, terminal kapal, pusat-pusat perbelanjaan hasil laut dari para nelayan dan seterusnya. (ot/mj)