GROBOGAN, Mediajateng.net- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Grobogan, Anang Armunanto mengungkapkan kegiatan pembangunan yang disiapkan akan diprioritaskan untuk infrastruktur menuju smart city yang sudah direncanakan sejak tahun 2018. Hal itu dikatakannya dalam sosialisasi Masterplan Smart City di Ballroom Hall Hotel 21, Jalan MT Haryono Purwodadi, Kamis (27/12/2018).

“Rencana utama ini sudah dilakukan mulai tahun 2018 sampai 2023. Sejak saat itu, kami sudah mendukung dengan meminta masing-masing OPD membuat satu inovasi untuk mendukung terwujudnya Grobogan sebagai smart city. Di tahun 2020, ami akan dukung lagi untuk pencapaian dan pengembangannya,” kata Anang, sapaan akrabnya.

Program Smart City ini merupakan program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. Agar program ini sukses, Pemkab Grobogan menggelar sosialisasi tersebut dengan menghadirkan Kasi Pengembangan Layanan Aplikasi Informatika Pemerintah Daerah dari Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kemenkominfo RI, Dwi Elfrida Simanungkalit.

Anang menegaskan, rencana utama ini berperan penting sebagai landasan materi serta panduan pembangunan kota. Selain itu, tujuan lain yakni membantu Pemkab dalam menetapkan kebijakan, regulasi, dana rah prioritas pembangunan kota.

“Pada prinsipnya, kami siap mensukseskan program ini. Apalagi, Kabupaten Grobogan sudah ditunjuk Kemenkominfo untuk menyelenggarakan Smart City. Karena itu, perlu adanya sinergitas dengan beberapa pihak. Terutama masyarakat dan swasta,” tambah Anang.

Sementara, Dwi Elfrida Simanungkalit dalam pemaparannya menjelaskan, untuk mewujudkan program tersebut, ada beberapa hal yang perlu disiapkan, termasuk infrastruktur teknologi informatika. Menurut dia, hal ini sangat penting karena perannya sangat tinggi dan kedepannya jalan pelayanan publik menjadi serba internet.

“Di samping itu, regulasi dan pembangunan sumber dayanya juga perlu disiapkan. Tiga tersebut nantinya menjadi penggerak. Pemerintah juga menyiapkan budaya masyarakat dari luring (offline) ke daring (online). Semua unsure dalam kabupaten atau kota harus saling berkolaborasi,” tutur perempuan yang disapa Dwi ini.

Dwi berharap, jaringan telekomunikasi juga dipenuhi seluruhnya di tiap kabupaten/kota. Tentunya, pemenuhannya ini bisa dilakukan secara bertahap. Khususnya di kabupaten atau kota yang belum terlayani jaringan telekomunikasi.

‘’Jika di kabupaten/kota masih ada wilayahnya yang belum terlayani jaringan telekomunikasi, ini harus segera dipenuhi. Sebab, jaringan telekominikasi ini menjadi sarana paling penting untuk menuju smart city. Karena itu, pemerintah bisa melakukan kerjasama dengan investor atau provider,” tutup Dwi. (Ag-Mj)