SEMARANG, Mediajateng.net – Prof Magaly Koch dari Center for Remote Sensing – Boston University, USA, menjadi dosen tamu di kampus Universitas Semarang (USM) dengan memberikan kuliah umum di Aula Gedung Fakultas Kedokteran Lantai 6 USM pukul 10.00 WIB, Senin (11/12/17).
Tema kuliah umum yang disampaikan adalah “Application of Earth Observation Satellites in Land and Water Resources Studies”. Menurut Wakil Rektor I USM Prof Hardhani Widhiastuti MM, kuliah umum ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk belajar dari seorang ahli yang sengaja didatangkan dari luar negeri.
“Jangan jadikan bahasa sebagai penghambat. Ambillah manfaatnya, inspirasinya, dan jadikan pelajaran yang berharga apa yang sudah diraih Prof Magaly Koch sekarang. Semoga kuliah ini menjadi salah satu kerjasama yang baik ke depannya dan dapat menjadi gambaran ilmu yang lebih baik dari kalian semua”, katanya sekaligus membuka kuliah umum.
Dalam memberikan kuliah umumnya, Prof Magaly Koch didampingi Ketua International Office (IO) USM, Albert MM. Hadir dalam kesempatan tersebut juga, Kaprogdi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) USM Ir Bambang Sudarmanto MT.
Prof Magaly Koch menyampaikan kepada ratusan mahasiswa bahwa sudah saatnya bagi kalangan mahasiswa untuk terbiasa mengenal kemajuan tekhnologi terutama remote sensing. Dengan demikian, aplikasi dari tekhnologi itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau untuk kepentingan keilmuan lainnya.
“So actually from this general lecture students are required to learn, familiar with technology. This remote center for sensing is about technology. We hope students already know how the most updated technology and students already know about the technology in accordance with applied scientific,”pesan dari Prof Magaly Koch kepada Mahasiswa USM.
Menurut Ketua IO USM, Albert MM, program yang diikuti Prof Magaly sendiri merupakan program Dikti, dimana Dikti mendatangkan profesor dari seluruh dunia, salah satunya adalah Prof Magaly Koch dari Boston.
“Mahasiswa tentunya menjadi prioritas, ke depannya nanti mahasiswa dari luar Indonesia akan kesini, begitu pula sebaliknya. Kemudian mereka akan berkolaborasi langsung antar mahasiswa,” kata Albert.
Selain itu kata dia, tantangannya adalah USM harus bisa mempersiapkan kandidat-kandidatnya untuk mewujudkan keinginan yang belum terwujud.