Semarang – Medijateng.net

Presiden Joko Widodo mengharapkan kerjasama Polri dan TNI yang solid menjadi salah satu kunci terciptanya suasana kondusif saat Pilkada serentak 2018 dan menjelang pemilihan Presiden tahun 2019 Mendatang.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam arahanya di depan 546 anggota Polri dalam acara apel Kepala Satuan Wilayah ( Kasatwil ) di ruang Cendrawasih komplek Akedemi Kepolisan Senin (9/10)

Dalam arahannya presiden menyebutkan aparat keamanan harus mempersiapkan secara detail daerah yang potensi rawan dalam Pilkada 2018 mendatang agar suasana terjaga.

“saya mengharap menjelang 2018 juga menuju 2019 pengamanan bosa dipersiapkan secara detai. Pemetaan potensi friksi dan antisipasinya secara dini harus dipeehatikan. Jangan sudah terjadi baru bertindak” kata Jokowi.

Dari pengalamannya mengkuti Piwalkot, Pilgub, hingga Pilpres, kondisi gelaran pemilihan umum bisa dilihat dari bebagai hal, salah satunya solidnya hubungan TNI dan Polri.

“Kuncinya hanya satu,TNI dan Polri solid, selesai. Pokitik Polri adalah politik negara juga. Kalau loyal pada pimpinan pastibtidak akan ada yang macam-macam,” terang Jokowi.

Jokowi juga menyebutkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian meningkat menjadi 4 besar atau 78%. Ia berharap capaian itu bisa lebih ditingkatkan dengan digitalisasi sistem pelayanan publik agar tidak menyulitkan masyarakat.

“Tapi saya tidak mau Kapolri berhenti di angka ini. Naikkan di atas 80. Diharapkan betul-betul ada public trust. InI (kepercayaan) harganya mahal,” pungkas Presiden.

Menanggapi hal itu Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengatakan pihaknya memang perlu terus membangun hubungan dengan TNI. Selain itu juga melakukan pendekatan ke berbagai pihak yang terkait Pilkada.

“Pak Presiden memberi garis bawah, hubungan Polri dan TNI mutlak harus baik di segala jajaran, karena TNI dan Polri pilar utama negara ini. Kalau tegak dan solid NKRI kuat,” tegas Tito. (MJ-30)