Pramuli Kwarran Gumelar Bantu Evakuasi Orang Hanyut Di Sungai

Banyumas, mediajateng.net – Pramuka Peduli Kwartir Ranting Gumelar Banyumas bersama relawan lainya ikut serta melaksanakan evakuasi dan pencarian korban tenggelam dan hanyut di Sungai Sawangan Desa Samudra Kulon Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, Jum’at (29/10/2021) malam.

Korban dilaporkan ada 2 orang pasangan suami istri yaitu Kaseh (60 th) dan Dikem (60 th) alamat RT 01 RW 04 Desa Samudra Kulon Kecamatan Gumelar.

Andalan Cabang Urusan Pramuka Peduli dan Penanggulangan Bencana Kwarcab Banyumas Tofik Suprapto menceritakan kronologi kejadian, bahwa Kaseh dan Dikem yang tak lain sepasang suami istri pergi ke ladang sejak pagi, dimana untuk pergi ke ladang menyebrangi Sungai Sawangan.

Pagi hari hingga siang, cuaca di wilayah Gumelar cerah, sekitar pukul 14.00 WIB turun hujan yang lebat di wilayah Kecamatan Gumelar.

“Awalnya Sungai Sawangan debit airnya kecil, namun hujan hingga sore sekitar pukul 18.30 WIB membuat debit sungai Sawangan naik,” katanya

Hingga petang, Kaseh dan Dikem tidak kunjung pulang, kemudian keluarga beserta beberapa warga berinisiatif melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 19.00 WIB Dikem ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dipinggir Sungai Sawangan yang debitnya sudah kecil,” tambahnya

Informasi adanya penemuan jenazah Dikem dilaporkan oleh Sugino Anggota Pramuka Peduli Kwarran Gumelar kepada Sekretaris Bidang Abdimas Heriana Ady Candra yang saat itu berada di Aula Kecamatan Gumelar.

Ia kemudian memerintahkan Andalan Cabang Urusan Pramuka Peduli dan Penanggulangan Bencana Tofik Suprapto bersama dengan Pramuka Peduli Kwarran Gumelar untuk bergabung dengan warga masyarakat, polsek Gumelar, Koramil Gumelar yang dipimpin oleh Camat Gumelar Arif Triyanto melakukan pencarian lanjutan korban Kaseh yang belum ditemukan.

“Usaha pencarian akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukan jenazah Kaseh dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 20.15 WIB,” lanjutnya.

Jenazah selanjutnya langsung dibawa kerumah duka.

“Hasil Pemeriksaan, setelah jenazah diperiksa oleh Tim Puskemas Gumelar dan Polsek Gumelar, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda penganiayaan, hanya ada luka pada dahi di jenazah Dikem yang dikarenakan terbentur bebatuan, mengingat Sungai Sawangan kondisinya bebatuan besar,” jelasnya

Peristiwa terjadi dimungkinan, pada saat akan pulang dan menyeberang, korban Kaseh dan Dikem bergandengan tangan hingga keduanya terbawa arus Sungai Sawangan yang debitnya sedang deras.

Tim dan relawan yang terlibat antara lain Camat Gumelar, Polsek Gumelar, Koramil Gumelar, Puskesmas Gumelar, RAPI Gumelar dan KSB “Singarana” Kecamatan Gumelar. (MJ/50)