Semarang – mediajateng.net

Petugas unit Cyber Crime Subdit II Ekonomi Khusus Direktorat Resese Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil membongkar praktek Prostutusi Online di Hotel Fave Jalan Diponegoro Ssmarang pada Senin (8/5) sekira pukul 21.00 WIB. Dalam penggrebakan tersebut petugas juga beehasl membekuk tiga orang salah satunya merupakan Germo atau Mucikarinya. Sedang modus yang digunakan adalah dengan menawarkan wanita melalui media sosial Tweeter.

Dari keterangan Direktur Resese Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Lukas Akbar Abriari mengatakan ketiga orang masing masing Mucikari bernama Nuryadi (37) warga Kertanegara, Pleburan Semarang Selatan , TR (22) yang baru mendaftar sebagai Mahasiswa Baru, serta satu orang Pelanggan. Saat itu Nuryadi dan TR sudah memboking di kamar 104.

” Kita bongkar melalui Cyber Patrol, Setelah memastikan target sudah melakukan transaksi dan masuk di kamar 104, petugas kita yang sudah stanbey langsung melakukan penggerebekan di kamar. Kita tangkao Mucikari/papi nya yang saatbutu berada tak jauh dari loby hotel,” Ungkap Lukas saat rilis kasus di Kantor Ditreskrimsus di Jalan Sujun Raya, Selasa (9/5) siang.

Semantara itu Kasubdit II Ekonomi Khusus Ditreskrimsus AKBP Tedy Fanani mengatakan bahwa dalam modusnya pelaku ini melalui tweeter dengan konten Pornografi menawarkan sejumlah wanita kepada lelaki yang membutuhkan. Selanjutnya konsumen diarahkan mucikari untuk meng Add PIN BBM

” Setelah masuk dalam BBM mucikari, pelanggan atau konsumen langsung di kirimi foto wanita. Ada sekitar 50 koleksi wanita dari beragam usia dan Profesi yang dijadikan obyek Seksualitas. Itu yang kita amankan baru mau daftar Kuliah. Tarifnya antara Rp.500 rb – 2 Juta. Sudah kita sita untuk akun Tweeter dan BBM nya,” imbuh Fanani.

Pelaku ini dijaerat dengan Pasal 30 juncto Pasal 4 ayat (2) huruf d Undang-Undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, ancaman hukumannya minimal 6 bulan maksimal 6 tahun dan atau denda Rp 250 juta hingga maksimal Rp 3miliar. Tersangka juga dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 yang sudah diperbarui Undang-Undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) ancaman hukumannya maksimal 6 tahun dan atau denda Rp1miliar. (MJ-303)