Cilacap-Mediajateng.net

Ditengah hiruk pikuk perkotaan, dengan segala isinya membuat kita terkadang jenuh. Apalagi, kepulan asap kendaraan diiringi suara klakson itu, membuat pusing dikepala.

Kota-kota besar pasti akrab dengan situasi demikian. Hal itu membuat kita seakan “haus” dengan ketenangan alam untuk sekedar menyegarkan pikiran serta badan.

Kota Cilacap, adalah kota kecil dipesisir selatan Jawa. Seperti kota-kota yang lainnya, kota pesisir biasanya menawarkan wisata pantai yang aduhai. Namun, selain pantai yang indah, kota cilacap mempunyai potensi wisata baru disana.

Wilayah Cilacap bagian barat, tepatnya di Kecamatan Sidareja sekitar 50 kilometer dari pusat kota itu menawarkan wisata pemandangan khas hutan pinus. Lokasi yang diberi nama Julang Ngadeg Hills itu berada di Desa Penyarang Kecamatan Sidareja. Berada pada ketinggian sekitar 200 meter diatas permukaan laut (mdpl), kawasan hutan pinus tersebut diubah layaknya taman dengan segala hiasan yang menarik dan unik.

Warung-warung berjejer menjajakan minuman ringan atau kopi lengkap dengan makanan khas lokal seperti mendoan dan lain sebagainya.

Menawarkan pemandangan dari ketinggian, pengelola tak lupa membuat semacam panggung dari bambu untuk pengunjung yang gemar melakukan selfie maupun groufie. Dengan background pemandangan persawahan dan pedesaan dibawahnya itu, menambah daya tarik dan cukup ampuh menyedot wisatawan lokal Cilacap maupun dari luar Cilacap.

“Sebenarnya ini bukan obyek wisata, lebih tepatnya warung rest area, tempat nongkrong, tempat santai seperti itu,” kata Suroto pada pertengahan Maret 2017 lalu.

Suroto, pengelola Julang Ngadeg Hills mengatakan, lokasi tersebut dahulu hanyalah warung kopi biasa sama seperti pada umumnya. Namun, karena keindahan alam yang menawan, pada 9 Desember 2016 lalu, ia berinisiatif menyulap lokasi Julang Ngadeg menjadi lokawisata yang menyajikan pemandangan dari ketinggian dan kesejukan hutan pinus.

Meski terbilang baru. Namun, dengan pemandangan yang ditawarkan, tak pelak banyak pengunjung berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut, sekedar untuk duduk santai dan melepas penat dari kesibukan sehari-hari.

“Suasananya sangat sejuk, jadi betah lama-lama disini,” ucap Hakim, Salah satu pengunjung dari Kecamatan Cipari, yang bersebelahan dengan Sidareja.

Dengan tiker masuk Rp.5000 saja, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang menyejukan mata. hiasan-hiasan unik berupa tulisan yang menggambarkan perasaan kawula muda, salah satunya “Bahagia Adalah Disaat Aku Dekat Dengan Kamu ” juga menjadi daya tarik tersendiri.

Berharap Dukungan Dinas Terkait

Lokawisata yang menyuguhkan pemandangan alam perbukitan ini, menurut Suroto sangat mengharapkan sekali dukungan pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata.

“Ya, nanti tergantung bagaimana Pemerintah menilai tempat ini. Keinginan saya, kedepannya tempat ini menjadi wahana objek wisata,” ucap Suroto.

Lebih lanjut, Suroto mengaku, untuk sementara pengelolaan Julang Ngadeg Hills ini, hanya dia bersama pihak Desa serta LMDH Perhutani sebagai pelindung, pungkas Suroto.(MJ-909)