WONOSOBO, Mediajateng.net – Deretan Polisi Wanita (Polwan) beraksi di sepanjang jalan raya dan pasar tradisional. Bukan dalam rangka mencari penjahat atau melakukan tilang kendaraan, mereka membagi makanan untuk sahur.

Mereka adalah Polwan dari jajaran Polres Wonosobo yang melakukan pembagian nasi sahur di kawasan Plaza, Kodim 0707/Wonosobo, RSUD Setjonegoro Wonosobo. Dipimpin AKP Suharyati, anggota Polwan dan Dalmas membagikan nasi sahur sampai ke pasar pagi kecamatan Kertek, Jumat (1/6).

“Kegiatan membagikan Makan Sahur (Sahur On The Road) atau yang sering disingkat dengan SOTR ini, merupakan program Kepolisian Resor Wonosobo selain sebagai bentuk patroli untuk menjaga keamanan di bulan suci Ramadhan juga sebagai bentuk pendekatan diri kepada masyarakat dan tentunya kepada sang pencipta,” kata AKP Suharyati.

AKP Suharyati yang menjabat Kasubbag Sarpras Polres Wonosobo menjelaskan, selain patroli sambil membagikan nasi sahur juga melaksanakan pemantauan arus mudik, walau belum kelihatan penambahannya, orang nomor satu di bagian sarana dan prasarana Polres Wonosobo ini juga telah memburu penyelesaian pembangunan Pos Lebaran di taman Plaza, hal tersebut biar bisa digunakan oleh para pemudik istirahat sementara menunggu para penjemput.

“Kegiatan membagikan makanan sahur ini merupakan bentuk trobosan kreatif Polres Wonosobo yang .mempunyai manfaat sangat banyak. Dengan pembagian nasi sahur, kami juga memantau arus mudik, baik itu pemudiknya maupun arus lalu-lintasnya, tentunya hal tersebut sangat berguna untuk mengambil langkah pengamanan,” katanya.

Polwan Polres Wonosobo membagikan makanan buat sahur pedagang.

Disinggung mengenai lama waktu dan jumlah nasi bungkus yang dibagikan, AKP Haryati menyatakan hal tersebut merupakan program terencana sejak 5 hari sebelum dimulainya operasi Ramadaniya Candi 2018.

Kalau sudah operasi Ramadniya yang akan membagikan adalah para petugas pos-pos lebaran, akan tetapi sasaran utamanya adalah para pemudik yang baru saja turun dari kendaraan.

“Masalah bentuknya kami tidak bisa menentukan, seperti tahun kemarin, kami menyediakan tenda lengkap dengan peralatan masak dan bahan masakan berupa mie rebus dan untuk membuat minuman,” katanya.

Kalau tidak mau makan, lanjutnya, pihaknya menyediakan snack-snack ringan yang biasanya dibeli oleh para petugas jaga masing-masing Pos. Dia menegaskan, intinya kalau sesuai program ya Cuma 5 hari.

“Tapi minta dukungan aja semoga kami mampu memberikan pelayanan masyarakat khususnya berkaitan sahur bisa sampai akhir puasa ramadan tahun ini,” tutup AKP Suharyati.