SRAGEN, Mediajateng.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghendaki agar kepala daerah melakukan politik industri untuk mendukung beragam produk kreasi dan inovasi yang dilakukan anak bangsa. Hal tersebut disampaikan saat membuka Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah 2018 di Sasana Manggala Sukowati Sragen, Jumat (21/9).

“Ketika mobil listrik, motor listrik hasil karya sudah jadi dan itu karya anak bangsa, kita mau makai atau tidak?,” Kata Ganjar.

Dalam pameran tersebut puluhan temuan dan kreasi warga Jawa Tengah beradu eksistensi. Dari peralatan dapur, pertanian, peternakan, kendaraan sampai alat pengolah air rob jadi layak pakai.

“Birokrasi harus diubah untuk mensupport dan memberi prioritas. Maka keberanian kita akan diuji, berani atau tidak kita menentukan itu. Kalau itu dilakukan pasti mereka akan maju,” katanya.

Keberanian yang dimaksud Ganjar ditujukan pada pemimpin daerah agar menjadi inisiator pembelian produk dalam negeri, khusunya karya anak bangsa.

“Kalau yang begini sudah masuk industri dilakukan produk massal, harganya ada dan masuk e-katalog, kita Pemda sebenarnya bisa langsung nunjuk beli yang itu, pasti terbeli. Pakai e-katalog,” kata Ganjar.

Yang seperti ini, lanjut Ganjar, mestinya menjadi politik nasional agar bagaimana caramya produk dalam negeri harus dipakai. Karena menurut Ganjar jika peran inisiator tersebut tidak dilakukan maka pengembangan karya anak bangsa akan mengalami kesulitan.

“Kalau tidak, tidak bisa. Mau alasan lelang mau alasan lain tidak ada proteksi,” katanya.

Ganjar pun mengaku sudah melakukan hal tersebut dengan membeli alat detektor bencana yang juga diciptakan anak bangsa dan saat ini telah dipasang di beberapa daerah di Jawa Tengah.

“Saya dan temen-temen di Pemprov sudah membeli beberapa produk early warning sistem untuk produk kebencanaan. Yang diproduksi oleh orang Indonesia yang sekarang menjadi, kemudian kita sebarkan ke daerah-daerah rawan,” katanya.

Atas temuan dan beberapa kreasi dalam pameran tersebut, Ganjar akan terus mengawal sampai menjadi produk yang bisa bersaing di pasar.

“Saya ingin teman-teman yang tadi juara kita terus kembangkan kita fasilitasi sampai jadi produk yang punya nilai ekonomi bagus, yang marketable,” katanya.

Salah satu pemenang dalam pameran tersebut adalah alat pengubah air rob menjadi air layak pakai yang diciptakan Danandjaja asal Semarang. Dalam prosesnya dia menggandeng kawannya, Aura Herdi. Sebagai pembimbing adalah ayah Aura, Heri Susanto dosen fisika Undip.

“Pemakaian alat ini menjalani tiga proses, elektrolisis, filtrasi dan ozonisasi. Elektrolisis untuk menetralisir rasa asin air laut dan mereduksi logam berbahaya. Filtrasi, untuk menyaring partikel berbahaya, ozonisasi membunuh bakteri berbahaya,” kata Danandjaja yang masih menjadi siswa SMA 4 Semarang.

Untuk menciptakan alat yang mampu memproduksi air hingga 480 liter perhari tersebut, Danandjaja mengaku hanya menghabiskan modal Rp563 ribu. “Proses pencarian dan penciptaan alat ini kami butuh waktu 6-7 bulan,” katanya.