DEMAK, Mediajateng.net –  Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pecinta Demokrasi (AMPAS) terlibat bentrok dengan polisi, di depan Simpang Enam Demak, Rabu (7/2/2018) pagi.

Mereka terlibat adu fisik dengan aparat Polres Demak. Sejumlah anggota Polisi dan massa terluka dalam bentrokan itu.

Beruntung aksi massa itu tidak meluas dan mereka berhasil dipukul mundur oleh Satuan Dalmas Polres Demak.

Aksi massa itu dipicu persoalan Pilkada Jateng 2018. Mereka menilai panitia Pilgub Jateng, di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07, Desa Katonsari, Kecamatan Demak Kota, telah berbuat curang saat penghitungan suara.
Selain itu, salah satu pendukung Cagub Jateng juga tidak diperbolehkan mencoblos oleh panitia.

Kecewa tidak boleh menggunakan hak pilihnya dan tidak terima adanya kecurangan, massa mengamuk dan mengobrak abrik kursi, meja dan bilik suara di TPS 07

Tidak puas sampai di situ, massa yang berjumlah ratusan juga menyerbu
Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Demak, untuk menyampaikan aspirasinya.

Awalnya massa berorasi di depan kantor KPU Demak, beberapa saat kemudian mereka memaksa masuk ke kantor KPU Demak.

Dengan sigap, aparat Polres Demak yang sudah bersiaga, kemudian bernegosiasi dan meminta lima perwakilan massa beraudiensi dengan Kepala KPU.

Ternyata audiensi itu tidak menemukan titik temu, massa yang kecewa melampiaskannya dengan menyerang polisi yang sedang berjaga.

Bentrokan di depan Kantor KPU Demak tak terhindarkan, bahkan massa kian anarkis dan bentokan meluas hingga ke Simpang Enam Enam sehingga situasi Kota Demak mencekam.

Beruntung anggota Polres Demak dapat meredam aksi massa itu dan situasi Kota Demak kembali kondusif.

Itulah gambaran simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) , yang digelar Polres Demak di Kawasan Simpang Enam Demak.

Sispamkota terdebut dalam rangka pengamanan Pilkada 2018 di Kabupaten Demak.

Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo, menyatakan bahwa sispamkota merupakan salah satu program Polres Demak, dalam rangka latihan pengamanan menjelang Pilkada Jateng 2018 dan memberikan gambaran ancaman yang timbul pada gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Ya, ini hanya latihan agar anggota semakin siap mengamankan Pilkada Jateng cara menangani masalah yang mungkin terjadi,” kata Maesa.

Sispamkota dilakukan agar penyelenggaraan semua tahapan pelaksanaan pilkada serentak 2018 di Demak berjalan lancar, aman dan kondusif.

Menurut Maesa, Polres Demak akan mengawal jalanya Pilkada 2018, mulai penetapan paslon, massa kampanye paslon, masa tenang hingga pemunguta dan penhitungan suara.

Simulasi sispamkota ini, melibatkan seluruh personel gabungan, diantaranya TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas dan masyarakat.

“Latihan ini yang penting semangatnya. Kira kira begitulah cara menghadapi massa. Harapan kami, semoga Pilkada Jateng berjalan aman, lancar dan kondusif, terutama di Kabupaten Demak yang kita cintai ini, ” tuturnya