Semarang – mediajateng.net

Polda Jawa Tengah melarang ean tidka mengizinkan kegiatan aksi bela Rohingya di kawasan wisata Candi Borobodur. Bahkan, lokasi di kompleks wisata imi akan disterilkan dari aksi tersebut.

“Jelas tidak boleh aksi di kawasan candi borobudur. Ring 1 itu komplek kawasan candi steril, kemudian ring 2, ring 3 ,” ujar Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, seusai rapat koordinasi membahas aksi Bela Rohingya di komplek Mapolda Jateng, Selasa (5/9).

Condro men2gaskan, aksi bela Rohingya sejauh ini belum mengajukan permohonan izin ke Kepolisian. Jika memang nantinya mengajukan izin, Kepolisian tidak mengijinkan

“Sampai sekarang gak ada izin masuk dan gak akan diizinkan. Hasil rapat terakhir, Korlap membatalkan aksi di Borobudur,” tandasnya

Kepolisian meminta agar solidaritas bela Rohingya diadakan di wilayah masing-masing tanpa harus berkumpul di Borobudur. Aksi Solidaritas agar digelar di masjid besar di masing-masing Kabupaten/kota.

Informasi yang berkembanh bahwa solidaritas Rohingya kemudian digeser ke Masjid yang jaraknya 1,5 km dari Borobudur. Namun, Condro memastikan akan memantau pergerakan massa.

“Di Masjid An-Nur perlakuan sama dengan masjid besar lain. Takmir masjid di bawah Pemkab,” kata Condro.

“Masjid bukan tempat aksi, tapi untuk tempat ibadah. Kegiatan apa? Shalat Jumat, doa, shalat gaib dan penggalangan dana silahkan,” tambahnya.

Sementara itu Asisten Operasional Kapolri Irjen Pol M Iriawan menyatakan agar solidaritas diwujudkan dalam bantuan kemanusiaan.

“Solidariyas pada umat, beri bantuan makanan, pakaian agar bermanfaat,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Selain Iriawan dan Condro, hadir dalam koordinasi membahas Solidaritas Rohingya antara lain Wakapolda Jawa Timur Brigjen Awan Samodra, Kapolda DIY Brigjen Ahmad, Dofiri, Dirkamsus, Baintelkam Mabes Polri Brigjen Rudi Prsnoto serta sejumlah kapolres di Jateng. (MJ-303)!