Semarang – mediajateng.net

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyiagakan kurang lebih 1.000 personel untuk membantu korban bencana alam. Fokus penempatan peesonil yang dikirim nantinya berada di wilayah alur sungai Bengawan Solo.

Hal ini disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono usai Gelar pasukan serta melakukan cek personel dan peralatan sebelum diberangkatkan ke beberapa daerah rawan bencana Kamis (30/11).

IMG-20171130-WA0010

Condro mengatakan  ada beberapa daerah yang menjadi prioritas penempatan antara lain Sukoharjo, Wonogiri, Purworejo, dan Karanganyar. Selain daerah tersebut, jika dibutuhkan tetap akan dikirim personel.

“Kita mempersiapkan 1.000 personel Brimob, Sabhara, Polairud dan Dokkes untuk antisipasi dan akan BKO-kan proritas ke Sukoharjo, Wonogiri, Purworejo, dan Karanganyar atau Wilayah yang berada di aliran sungai Bengawan Solo,” kata Condro, Kamis (30/11/2017).

IMG-20171130-WA0007

Condro menambahkan personel kepolisian di masing-masing daerah bersama unsur TNI, SAR, di bawah arahan BPBD setempat dua hari ini sudah melakukan kegitaan untuk membantu warga yang terdampak bencana. Personel yang dikirim hari ini dimaksudkan untuk membantu karena sudah memiliki spesifikasi kemampuan SAR.

“Saat ini kapolres setempat dengan personel yang ada bersama unsur TNI di bawah BPBD sudah lakukan langkah menolong korban, membantu pengungsi, dan mencari korban yang belum dapat ditemukan seperti Wonogiri,” tandasnya.

Untuk korban bencana yang meninggal dunia dari data sementara terdapat dua orang yaitu di daerah Wonogiri labtaran terseret arus banjir

” Di Wonogiri ada dua orang yang meninggal sunia akibat bencana ini,” ungkap mantan Kakorlantas Mabes Polri ini.

Selain pengiriman di Jawa Tengah ada 500 personel Brimob Polda Jateng yang disiagakan untuk membantu penanganan bencana erupsi Gunung Agung Bali jika dibutuhkan.

“Bali 500 personel Brimob dengan peralatan. Tunggu kapan diberangkatkan. Akan diberangkatkan lewat jalur darat,” pungkas Condro. (MJ-303)