SEMARANG – Untuk mempercantik jalan dan taman, Pemkot Semarang membuat terobosan dengan menghiasi jalan penuh lampu hias yang unik, indah tetapi menarik. Lampu tersebut dipasang melintang di jalan, mulai dari depan Paragon Semarang sampai Bundaran Tugu Muda di Jalan Pemuda, Sementara di Jalan Pandanaran lampu hias yang hampir sama juga dipasang.
Pengamatan dilapangan, lampu hias yang dipasang ini berwarna biru dan putih berbentuk lingkaran. Di dalam lingkaran tersebut ada bentuk lampu yang mirip burung dan kupu-kupu yang menambah eksostisnya Semarang di malam hari.
Di Jalan Pemuda misalnya, jika jalan ini telah sepi, terkadang ada beberapa anak muda yang berselfie ria dengan latar belakang lampu hias tersebut.
“Beda dari sebelumnya, tidak ada lampu hias. Sekarang lebih indah dan unik. Saya dan teman-teman suka foto karena bisa menjadi spot yang menarik di malam hari disela hiruk-pikuknya Jalan Pemuda. Lampu hias warna biru dan putih,” kata Iva Latifah, mahasiswa penyuka swafoto yang kebetulan sedang menikmati keindahan Jalan Pemuda.
Praktis keberadaan lampu hias ini, menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Semarang yang mengangkat tourism Semarang dengan smart citynya. Apalagi model lampu-lampu hias di kedua Jalan itu belum ada di Kota Lain selain Semarang.
Selain di Jalan Pemuda dan Pandanaran, pemasangan lampu hias yang instagramable ini juga juga dipasang ditaman. Salah satunya adalah taman pembatas di Jalan Pahlawan Semarang, dan Taman Kaliwiru Semarang. Bedanya, jika di jalan Pemuda dan Pandanaran dipasang membentang, di kedua taman ini diletakkan diatas rumput sebagai hiasan.
Walaupun belum semua dipasangi lampu hias, Jalan Pahlawan Semarang menjadi lebih indah dan eksotis dengan paduan warna warm white dan purple. Ketika senja dan malam tiba, keindahan lampu bisa dinikmati warga Semarang yang nongkrong di Jalan Pahlawan atau sekedar lewat di jalan tersebut.
Sementara di Taman Kaliwiru, tak kalah unik karena ada berbagai bentuk bunga yang terbuat dari lampu hias untuk mempercantik taman.
“Untuk jenis lampu hias yang dipasang ditaman, lebih mengusung konsep string flower, bukan lampu bentang. Karena tujuannya memang untuk memperindah taman dimalam hari,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim)  Kota Semarang Muthohar, melalui Kabid Pertamanan dan Pemakaman, Suryati.
Suryati menjelaskan, jika konsep dasar taman dengan lampu hias ini sendiri adalah taman yang tidak monoton dan memiliki nuansa seni. Selain itu dengan keberadaannya bisa menghibur warga dan menjadi spot yang instagramable.
“Selain keindahan tentu tujuannya agar taman yang ada bisa lestari dan tidak dirusak. Jika masyarakat suka, tentu mereka enggan untuk merusak dan punya kesadaran tinggi untuk ikut menjaga,”tuturnya.
Keberadaan lampu hias di taman dan jalan, lanjut Suryati mendapatkan dukungan penuh dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Selain bentuk string flower dan lampu bentang, di Taman Madukoro Semrang juga dipasang lampu hias bebentuk meteor yang diletakkan di pohon.
“Kami ingin permainan lampu hias ini tidak monoton, selain itu semua taman ada lampu hiasnya namun dengan konsep yang berbeda pula,” kata wanita yang akrab disapa Atik ini.
Terkait warna yang dipilih, menurut Atik adalah warna-warna yang kalem namun memiliki kesan yang menenangkan dan meneduhkan, tujuannya adalah sebagai ciri khas dari Semarang yang merupakan kota yang aman serta nyaman bagi warga maupun wisatawan dan investor yang datang.
“Sementara di Jalan Pahlawan masih separuh, namun kedepan akan dipasang sampai depan Mapolda, selain itu rencananya pagarnya juga akan dilepas agar keindahannya semakin bisa dilihat masyarakat atau pengendara yang melintas,”bebernya.