Sekretaris PMI Banjarnegara Titho Agus Wigono mengalungkan tanda peserta membuka kegiatan Penataran dan Lokakarya (Pentaloka) Pembina PMR Madya (SMP/MTs) dan Wira (SMA/SMK/MA) Tahun 2019 di Sanggar Bhakti Pramuka Banjarnegara. Foto : Dokumen PMI

BANJARNEGARA, Mediajateng.net – Pembina PMR diharapkan berperan aktif dalam pembentukan karakter, mental, perilaku dan sikap bagi generasi muda khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PMI Banjarnegara Titho Agus Wigono saat membuka kegiatan Penataran dan Lokakarya (Pentaloka) Pembina PMR Madya (SMP/MTs) dan Wira (SMA/SMK/MA) Tahun 2019 di Sanggar Bhakti Pramuka Banjarnegara.

“Membina tidaklah mudah, dan lewat Pentaloka ini mampu menjadi langkah awal aksi nyata menuju peran strategis generasi muda khususnya PMR menjadi remaja yang tangguh dan berkualitas,” paparnya.

selain itu dibutuhkan, metode, keuletan, ketrampilan dan kesabaran ekstra agar pengembangan nilai nilai Charakter Buliding bagi PMR dapat berjalan dengan lancar dan sesuai kurikulum yang telah ditetapkan.

Rujiman, ketua kegiatan mengatakan Pentaloka dilaksanakan tiga hari diikuti 98 pesera yang merupakan pembina PMR Madya dan Wira.

“Lewat moment ini diharapkan kualitas dan kuantita pembina PMR dapat diupgrade dan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat di lingkungan dan sekolah,” ujarnya.

Kegiatan sangat penting karena berkorelasi dengan berkembangnya pembinaan PMR disekolah, terlebih Banjarnegara merupakan wilayah yang rawan bencana alam dan 70 persen diantaranya adalah rawan longsor.

Kepala Markas PMI Banjarnegara Edi Purwanto mengatakan aksi nyata dan keteladanan Pembina PMR disekolah sangat dibutuhkan demi terwujudnya Tri bakti PMR.

“Meningkatkan ketrampilan, hidup sehat, berbakti dan berkarya di masyarakat serta mempererat persahabatan nasional dan internasional terwujud secara bertahap dan berkesinambungan,” paparnya.

Langkah nyata dimulai dari kegiatan kecil dan sederhana baik di lingkungan, sekolah dan tempat tinggalnya.

Dalam kegiatan tersebut peserta diberikan beberapa materi dengan kurikulum 35 jam pelajaran yakni Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Ayo siaga bencana, Manajement PMR, Pertolongan pertama, Perawatan keluarga, Donor darah, Kesehatan remaja, simulasi dan Rencana Kerja Tindak Lanjut.50/mj