PMI Banyumas Gelar Temu Silaturahmi Penggerak Donor Darah

Banyumas, mediajateng.net – Untuk meningkatkan komunikasi dan silaturahmi dengan para penggerak donor darah sukarela (DDS), Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas menggelar temu silaturahmi penggerak donor darah di Wilayah Kecamatan Baturraden, Sumbang dan Purwokerto Utara di Balai Desa Kedungmalang Kecamatan Sumbang, Sabtu (20/11/2021).

Temu silaturahmi dihadiri oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten dr Tangguh berserta jajaran pengurus, Camat Sumbang Purjito, PLT Kepala UTD dr Gondo Wulandari, Ketua PMI Kecamatan dan penggerak donor darah di tiga kecamatan.

Camat Sumbang Purjito saat memberi sambutan mengatakan bahwa ada sebuah keprihatinan dimana saat ini sudah mulai berkurangnya nilai nilai kemanusiaan dalam kehidupan.

“Maka saya sangat bersyukur ketemu pada tokoh kemanusiaan baik yang tergabung dalam kepengurusan PMI maupun sebagai penggerak donor darah. Karena lewat bapak ibu semua nilai nilai kemanusiaan itu terus terjaga,” kata Purjito

Sementara Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyumas dr Tangguh Budi Prasetyo bahwa temu silaturahmi penggerak donor darah sebelum pandemi dilaksanakan dalam satu tempat. Mengingat masih pandemi dilaksanakan secara bertahap di tujuh tempat berbeda. Menurutnya temu silaturahmi merupakan langkah untuk mengintensifkan komunikasi antara PMI khususnya UTD dengan penggerak kelompok DDS.

“Melalui Silaturahmi semacam ini, UTD dan antar kelompok DDS akan semakin mudah berkomunikasi sehingga akan terjalin koneksi yang lebih luas. Dengan demikian, harapannya kebutuhan darah bagi seluruh pasien di Banyumas bisa terpenuhi,” kata dr Tangguh

Senada disampaikan oleh PLT Kepala UTD dr Gondo Wulandari yang mengatakan bahwa tujuan temu silaturahmi adalah ingin meningkatkan supaya bisa lebih banyak lagi pendonor darah sekaligus ingin bertemu dengan kelompok supaya mereka juga memberi masukan dan mengevaluasi kegiatan kegiatan yang sudah dilakukan ada kekurangannya dan kelebihan untuk didiskusikan. Kemudian tujuannya untuk meningkatkan perolehan kantong darah kemudian juga untuk mengedukasi masyarakat tentang donor darah dan untuk kesehatan pendonor sendiri.

“Selain itu adalah untuk menjalin kebersamaan dan silatuhami, untuk bergerak bersama untuk sesama” lanjutnya

Dr Wulan menambahkan kondisi saat ini kondisi darah di PMI Kabupaten Banyumas cukup aman, hal ini selain akibat sudah meredanya covid-19, dimana para pendonor sudah semakin aktif, dan yang membutuhkan darah cenderung menurun. (MJ/50)