Pilgub Katanya Sepi

0
453

Semarang, mediajateng.net- Menjawab pertanyaan penyelenggaraan pemilihan Gubenur Jawa Tengah, yang terlihat sepi.

Sebagai pihak penyelenggara, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah, Djoko Purnomo mencoba melakukan berbagai strategi di tengah keterbatasan aturan.

Diantara dua strategi diantaranya melakukan pendistribusian alat peraga kampanye pasangan calon berupa umbul – umbul dan baliho, yang sebelumnya sempat terkendala.

“KPU telah melakukan penunjukkan terbatas untuk menyelesaikan masalah alat peraga kampanye, karena sebelumnya terjadi kesalahan dalam kesesuaian kontrak, menyebabkan umbul–umbul dan baliho ini tidak sama ukuran spesifikasinya. Nantinya setiap kabupaten/kota akan mendapatkan jatah hanya 5 alat peraga kampanye. Itupun tidak bisa di tengah pusat kota,” Jelas Djoko usai berdiskusi dalam Pilgub Jateng Berkarakter dan Berbudaya, di kawasan Rosti Resto & Café, Senin (16/4)

Strategi baru lainnya juga dilakukan KPU Provinsi Jawa Tengah, jelang pemilihan gubenur, yaitu melakukan gerakan sosialisasi di tengah masyarakat secara lebih gencar lagi.

Gerakan sosialisasi  tersebut dengan melibatkan sejumlah media setempat. Djoko kembali menyebutkan ada anggaran sekitar 59 milyar rupiah yang telah turun ke seluruh kabupaten/kota hingga kecamatan untuk gencar bersosialisasi.

Seperti dilontarkan oleh budayawan, Prie GS disaat yang sama, menurutnya pemilihan gubenur Jawa Tengah, sepi. Ia berharap sebagai pihak penyelenggara, KPU Provinsi Jawa Tengah mempunyai cara baru.

“Pilgub Jateng sepi, ora piya piye, bukan sebuah pertunjukkan musik rock yang harus direspon dengan antusias. Ada kekhawatiran kemudian masyarakat menjadi malas untuk datang ke TPS. Sementara itu ekspetasi yang diharapkan, Pilgub tetap harus ramai. KPU harus punya cara baru untuk menengahi persoalan ini,” tambah Prie GS.edo-mj