Polisi saat mengecek lokasi meninggalnya petani asal Kabupaten Grobogan. Foto : Tri Agung

GROBOGAN, Mediajateng.net- Air mata Fatimah (42) pecah saat mengetahui Ashari (51) suaminya dinyatakan meninggal dunia saat menunaikan tugasnya sebagai buruh tani.

Saat itu, Ashari hendak menyemprot hama di aeal persawahan yang tidak jauh dari rumahnya di Dusun Bulu RT 07 RW 04, Desa Kropak, Kecamatan Wirosari.

Dari informasi yang dihimpun Mediajateng.net, Senin (11/2), kejadian ini bermula saat Ashari berpamitan, Jumat (8/2) kepada istrinya untuk berangkat ke sawah pukul 06.00 WIB. Kepada Fatimah, korban menyatakan hendak menyemprot padi.

Seperti biasa, Fatimah ikut menyusul beberapa saat kemudian ke sawah. Tiba di sawah, ia melihat suaminya bersandar di sumur sawah. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri.

Fatimah berteriak minta tolong dan didengar sesama buruh tani yang akhirnya datang ke lokasi sumur.

Tetangga korban, Kardi (72) dan Moh Hasim (42) yang kebetulan sedang berada di tempat yang sama langsung mendatangi keduanya. Mereka mengecek denyut nadi Ashari.

“Saat saya pegang kok sudah tidak ada denyutnya juga tidak ada tanda-tanda bernafas,” kata Kardi.

Ketiganya lalu berinisiatif membawa korban pulang ke rumahnya. Setelah itu, kedua saksi melaporkan kejadian ke perangkat Desa Kropak yang kemudian dilanjutkan ke Polsek dan Koramil setempat.

Mendapat informasi tersebut, petugas gabunan dari Polsek Wirosari, Koramil, Satpol PP dan tim medis dari Puskesmas 1 Wirosari serta petugas inafis dari Polres Grobogan langsung menuju ke rumah korban untuk mengetahui kebenarannya.

Dari hasil pemeriksaan, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa. Hal tersebut juga dibenarkan Camat Wirosari, Kurnia Saniadi.

“Benar telah ditemukan petani dengan nama Ashari, warga Dusun Bulu, Desa Kropak, Kecamatan Wirosari, yang meninggal saat akan menyemprot hama di areal persawahan setempat. Dari analisa tim medis tadi, korban dinyatakan meninggal akibat riwayat penyakit jantung yang dimilikinya. Dalam pemeriksaan tadi juga tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” ungkap Kurnia.

Korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menyatakan sudah ikhlas dengan kematian korban. (Ag-Mj)