Mediajateng.net-Tidak hanya trampil dalam kegiatan tali temali maupun teknik kepramukaan lainnya, namun peserta Kemah Kebangsaan dan Gladi Widya Muda Bakti Praja yang digelar oleh Kwartir Cabang 11 15 Grobogan pada tanggal 19 sampai dengan 21 Desember 2016 ini juga harus mampu membuat menu makanan dari bahan dasar ketela pohon atau ketela rambat.
Para peserta yang diwakili tiga orang per sangga diberi kesempatan untuk membuat makanan tradisional yang divariasikan dengan menu terkini. Masing-masing sangga memulai dari proses pembuatan dari awal sampai dengan menyajikan makanan siap saji.
Bersama-sama dengan timnya, para peserta melaksanakan kegiatan dengan waktu maksimal 120 menit. Dalam waktu tersebut, masakan yang dibuat harus tersaji untuk 15 porsi.
Setelah proses memasak selesai, penyuguhan makanan disajikan dalam bentuk kreasi masing-masing peserta, ada 50 puluhan bentuk makanan hasil kreasi peserta. Menurut Tavsiatul Qoniah, salah satu dewan yuri lomba kuliner nusantara, dari 50 puluhan jenis makanan tersebut terdapat beberapa jenis nama kreasi makanan diantaranya sentiling, puding ketela susu, kroket saus, lemet isi, timus coklat keju, bola-bola keju, bakso ketela, puding ungu, puding bunga, pastel singkong, bola abon pedas, gobet, sentiling gulung keju, gobed goreng. Ditegaskan oleh Tavsiatul Qoniah, penilaian dititikberatkan pada teknik atau kreasi penyajian dan rasa pada makanan.
Pada lomba ini, Gugusdepan Madrasah Manba’ul A’laa Purwodadi sangga putra dan putri berhasil unggul menjadi juara satu Kuliner Nusantara, untuk sangga putra disusul Gugusdepan Pondok Pesantren Al Hidayah Selo Tawangharjo sebagai juara dua, dan Gugusdepan SMK N 1 Purwodadi juara tiga. Sedangkan untuk sangga putri, juara dua diraih oleh SMA N 1 Gabus disusul juara tiga oleh SMA N 1 Grobogan.
Kemah Kebangsaan dan Gladi Widya Muda Bakti Praja diikuti empat ratusan orang Pramuka Penegak dari berbagai Gugusdepan SMA/MA/SMK dan Pondok Pesantren bertempat di Lapangan Desa Tambirejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan, selain lomba Kuliner Nusantara beberapa kegiatan prestasi yang diikuti peserta meliputi Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG), Lompa Pionering, Pramuka Pintar, Sendratasik, Ngadi Saliro Ngadi Busono, Bolang (sub camp).
“Pentingnya penanaman nilai-nilai dan semangat kebangsaan bagi pemuda Indonesia, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan kepramukaan dan sesuai dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK & MK)” tegas Sugeng Wakil Ketua Kwarcab 11 15 Grobogan bidang Abdimas Humas pada saat menutup Kemah Kebangsaan dan Gladi Widya Muda Bakti Praja tanggal 21 Desember 2016 di Desa Tambirejo.

Comments are closed.