Semarang -medijateng. net -Seorang penghuni Ruang Tahanan Polrestabea Semarang dianiiaya oleh Perwira Polisi dengan cara disiram air panas. Akibatnya tahanan yang ditangkap pada tanggal 9 Desember 2016 karena kasus narkoba dengan barang bukti 0,25 gram ini mengalami luka bakar di bagian punggung.

Tahanan yang menjadi korban penganiayaan tersebut bernama Ahmad Faizal Rachman (23) warga kelurahan Kuningan, Semarang Utara. Sementara perwira tang melakukan penganiayaan bernama AKP Subadi , jabatanya Kanit Turjawali Sat Shabara Polrestabes Semarang
Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi Rabu (25/1) sekira pukul 15.00 WIB. Awalnya, korban yang berada di kamar R11 dan rekanya di kamar R12 sedang membuat air panas. Caranya memanaskan botol air mineral berisi air, dengan korek api dinyalakan di bawahnya.

Ternyata itu menimbulkan asap ke atas. Saat itu, AKP Subadi sedang berada di lantai 2 Gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polrestabes Semarang. Dia merasa terganggu dengan asap itu, langsung mengecek ke bawah alias ke ruang tahanan

Mendapati ada tahanan yang memanasi air, dia marah. Achmad Faizal berusaha menjelaskan namun AKP Subadi yang sudah emosi langsung mengambil air mendidih yang baru saja dipanasi, disiramkan ke korban.

Beberapa tahanan lain juga sempat disiram oleh AKP Subadi, namun korban ini yang paling parah. Punggungnya luka akibat air mendidih itu.

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Semarang, Kompol I Ketut Rahman, membenarkan insiden itu. Namun demikian, pihaknya melalui Unit Pengamanan Internal (Paminal) tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan.

“Kami juga mintai keterangan tahanan-tahanan lain, termasuk penjagaan, bagaimana Pak Badi bisa masuk (sel),” kata Ketut

Masuknya AKP Badi ke sel tahanan itu diduga menyalahi aturan. Sebab, bukan tugasnya. Walaupun penjagaan di tahanan dipegang oleh anggota Sabhara Polrestabes Semarang.

Korban alias tahanan tersebut sempat mendapat pertolongan medis di urusan kesehatan (Urkes) Polrestabes Semarang. (MJ-303)

5 KOMENTAR

Comments are closed.