SEMARANG, Mediajateng.net –Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II ke triwulan III- 2016 sebesar 2,65 persen.

Pertumbuhan tersebut masuk kategori melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Perlambatan tersebut menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah terjadi di beberapa lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan lapangan usaha industri pengolahan.
“Sektor usaha yang ada di Jawa Tengah masih sangat bergantung kepada alokasi anggaran dari Pemerintah baik APBN maupun APBD, terutama untuk sektor konstruksi. Dengan adanya penurunan anggaran dari pemerintah jelas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor konstruksi,” jelas Samiran, Kepala Bidang Statistik Neraca Wilayah dan Statistik, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.
Turunnya APBD Jawa Tengah sendiri juga terjadi karena berbagai faktor termasuk tidak tercapainya perolehan pajak dari sektor kendaraan bermotor yang dipatok mencapai target satu trilyun rupiah.
“Melambatnya pertumbuhan ekonomi yang ada di Jawa Tengah diperparah dengan adanya kontraksi pertumbuhan lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 2, 98 persen,” tandas dia. (MJ-036)

2 KOMENTAR

Comments are closed.