GROBOGAN-Sektor pertanian masih menjadi prioritas pengawasan yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Grobogan, pada tahun 2017.
“Prioritas disektor pertanian dilakukan untuk tetap mempertahankan Kabupaten sebagai salahsatu lumbung pangan nasional,” ungkap Sekretaris DPD Nasdem Grobogan, Ulil Huda S.Sos., SH, kepada Wawasan, Senin (2/1).

Ulil menambahkan, bekerjasama dengan dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan pangan, sektor tanaman padi, jagung merupakan hasil pertanian yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Grobogan.
“Tidak saja ketersediaan pupuk, namun bantuan alat pertanian diharapkan juga bisa menyentuh petani sehingga keberlangsungan sektor pertanian bisa maksimal,” imbuhnya.

Di tahun 2016, tambah dia, sektor pertanian yang menunjukan progres positif ditunjukan dengan capaian Bulog dalam menyerap hasil panenan padi.
“Pekerjaan rumah yang diharapkan menjadi perhatian dinas Pertanian dan Ketahanan pangan adalah komoditas brambang,” tambahnya.

Di mana, ketika posisi minim barang harga melonjak sangat tinggi. “Sebaliknya ketika musim panen seakan brambang di buang saja tidak laku. Dinas pertanian selaku dinas terkait diharapkan mampu memberikan solusi terbaik, seperti pola tanam sehingga menghilangkan panen yang bersamaan untuk menjamin harga tetap baik dan menguntungkan petani,” imbuhnya.

Kendati memprioritaskan sektor pertanian, perhatian juga dilakukan disektor pariwisata. Di mana, munculnya beberapa desa wisata diharapkan tidak saja seperti angin lalu. “Kita berharap melalui empat perwakilan di parlemen optimalisasi pengawasan pengangguran di dua sektor ini lebih diperhatikan sehinga ada perhatian dari pemerintah kabupaten,” tambahnya.

Jelang akhir tahun 2016 tepatnya memasuki musim tanam (MT) 1, Kabupaten Grobogan mendapat tambahan pupuk bersubsidi dari pemerintah sebanyak 6.750 ton.
Penambahan pupuk dilakukan setelah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikuoltura (Dipertan TPH) menyurati Kementrian minta tambahan pupuk bersubsidi karena memasuki musim tanam pertama (MT-I) tahun ini petani daerah itu kekurangan pupuk.

“Alokasinya (pupuk) sudah ditambahi 6.750 ton. Tetapi jika masih sulit mendapatkan pupuk, saya minta kepada petani segera melapor ke perangkat desa atau PPL,” harap Bupati Grobogan Sri Sumarni.
Kekurangan pupuk bersubsidi anorganik salahsatunya disebabkan banyak lahan pertanian yang berubah pola tanam yakni dari palawija seperti kedelai ke tanaman padi.
Sementara itu, Kepala Diperan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, alokasi tambahan pupuk yang didapat dari Kementan tersebut terdiri 1.100 ton pupuk jenis SP-36, 850 ton ZA, 1.500 ton organik, dan 4.280 ton NPK atau Phonska.
“Untuk pupuk jenis urea tidak ada tambahan alokasi karena stoknya masih mencukupi,” terangnya.(MJ-070)

2 KOMENTAR

Comments are closed.