Salah satu busana peserta yang menampilkan sayap burung merak berbahan bambu

BLORA, mediajateng.net – SMAN 1 Blora melaksanakan kegiatan unik pada rangkaian hari ulang tahun ke 60. Kegiatan tersebut berupa fashion show dengan ragam desain busana berbahan bambu. Peragaan busana ini dilakukan 32 peserta yang merupakan pelajar sekolah tersebut

 

Para pelajar ini memanfaatkan bambu menjadi karya seni bernilai tinggi. Mereka melakukan parade mengelilingi Alun-Alun Blora sembari berkampanye kepada masyarakat, Minggu (6/10).

 

Kegiatan unik dan menarik ini baru kali pertama dilaksanakan di Kabupaten Blora. Bahkan, kegiatan ini juga merupakan yang pertama se Jawa Tengah. Terlihat antusiasme warga saat melihat parade tersebut.

 

Aneka macam desain busana bambu diperagakan dalam festival ini, diantaranya model busana bercorak burung garuda, anyaman, ekor burung merak dan busana adat yang juga berbahan bambu.

 

Widyawati (49), warga kelurahan Blora, menilai kemeriahan festival bambu ini membuatnya terpesona. Menurut dia, ada sisi keindahan pada busana bambu hasil karya pelajar SMAN 1 Blora tersebut.

 

“Saya tak menyangka jika pohon bambu bisa dijadikan kerajinan yang sangat indah dan luar biasa. Saya tak menyangka para pelajar sekolah menengah ternyata mampu membuat karya seni busana dari berbahan bambu, “ ucapnya.

 

Selain peragaan busana bambu, juga diadakan pameran kerajinan bambu lainnya. Beragam kerajjnan seperti hiasan dinding dari bambu, tempayan bambu serta aneka alat dapur. Taufan Affandi, Ketua Panitia Festival Bambu mengatakan, even ini merupakan even kali pertama yang baru dilaksanakan di Kabupaten Blora.

 

“Kami mengambil konsep Bambu sebagai tema festival yang kami laksanakan di Alun-Alun Blora. Kami menggagas acara ini sebab di wilayah ini sangat banyak dijumpai kebun bambu maupun para perajin perabot maupun hiasan yang berbahan dasar bambu. Dari dasar itulah kami mengusung tema festival bambu,” terangnya.

 

Taufan menambahkan, kegiatan ini dipersiapkan selama dua bulan. Pihaknya sengaja membuat konsep acara parade bambu sebab masih sangat awam di mata masyarakat.

 

“Karena kabanyakan masyarakat menilai bambu adalah batang pohon dengan ukuran yang berat dan hanya bisa dipergunakan untuk peralatan dapur, hiasan dinding, replika, dan ornamen rumah. Tetapi bagi para pelajar SMA Negeri 1 Blora, mereka dapat membuktikan bahwa bambu bisa dikreasikan menjadi busana karnaval yang indah dan bernilai seni tinggi,” pungkasnya. (Ag-MJ)