Selamatkan siswa, Kepala SMAN 11 Semarang, Danramil 13 Semarang Selatan dan Babinsa periksa jentik nyamuk. Foto : Wahyu-mj

SEMARANG, Mediajateng.net – Persiapan ujian bagi siswa tidak saja penguasaan materi. Namun, kesehatan fisik juga menjadi prioritas.

Pasalnya, dengan badan sehat maka siswa diharapkan lebih konsen dalam mengerjakan soal yang diberikan.

Sekolah, sebagai tempat aktivitas belajar mengajar, jika lengah tidak jarang menjadi sumber penularan penyakit khususnya demam berdarah.

Karena kondisi itukah, Koramil 13 Semarang Selatan, Senin (18/3/2019) menggelar operasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan pengecekan ke beberapa tempat yang terdapat genangan air di wilayah Semarang Selatan.

Tidak saja halaman, kelas dan ruang guru. Namun pemeriksaan dan pembersihan dilakukan termasuk kamar mandi kantor dan sekolah.

Langkah itu dilakukan dalam rangka membantu program PSN yang digalakkan Pemerintah Kota Semarang bersinergi dengan Kodim 0733 BS Semarang.

Atas temuan kasus Demam Berdarah di enam wilayah Kelurahan di wilayah Semarang Selatan, antara lain Kelurahan Wonodri, maka Danramil 13 Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah AR SE MM menggelar operasi PSN untuk memastikan kembali wilayahnya aman dari jentik nyamuk berbahaya.

Pada operasi pemberantasan sarang nyamuk, Senin (18/3/2019) diprioritasnya melakukan pengecekan di kamar-kamar mandi SMA Negeri 11 Semarang yang terletak di depan Markas Koramil 13 Semarang Selatan.

Seluruh genangan air, seperti bak ember dan selokan diperiksa dengan teliti. Pemeriksaan yang dilakukan setelah siswa didik pulang sekolah berlangsung selama hampir satu jam.

Babinsa Kelurahan Lamper Tengah bersama Danramil dan Kepala SMA Negeri 11 Semarang Drs Supriyanto MPd keliling sekolah memeriksa dengan teliti mencari keberadaan jentik nyamuk.

Dalam pemeriksaan menggunakan lampu senter tak ditemukan sedikit pun adanya jentik nyamuk. Penggunaan penampungan ember pada tiap-tiap kamar mandi sekolah tampaknya mampu menghindari berkembangnya jentik nyamuk.

Menurut Kepala SMA Negeri 11 Semarang Drs Supriyanto MPd, menjelang sekolah tutup, ember-ember yang ada sebagai bak air langsung dikosongkan dan dibalik, sehingga tak dimanfaatkan nyamuk untuk bertelur dan menjadi sarang berkembangnya jentik nyamuk. Selain itu air diisi dengan kran sehingga terdapat sirkulasi.

Danramil menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena SMA Negeri 11 Semarang bersih dari jentik nyamuk.

“Kami kagum karena perhatian sekolah ini terhadap kebersihan lingkungan cukup tinggi. Tampaknya ini sudah dipersiapkan lama dalam rangka menjaga agar para anak didik jangan sampai terkena sengatan nyamuk demam berdarah,” katanya Rahmatullah.

Supriyanto sendiri mengakui, menjelang ujian nasional siswa kelas XII kondisi lingkungan memang dipersiapkan untuk mendukung kelancaran ujian.

“Termasuk jangan sampai ada siswa yang kena DB sehingga akan menghambat proses ujian mereka. kami sangat berterima kasih kalau Koramil mengecek kembali sebab akan meyakinkan kami atas kondisi lingkungan kami,” ungkap Drs Supriyanto MPd.mj/50