DEMAK, Mediajateng.net – Pemerintah Kabupaten Demak, mempunyai terobosan baru dalam hal perizinan. Melalui program Jemput Bola Satu Pintu (Jempol Satu), kini masyarakat dan para investor lebih mudah saat mengurus perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PMPTSP) Demak.

Bupati Demak, M Natsir mengatakan, dengan adanya program Jempol Satu, para pencari izin di Kabupaten Demak, kini tidak perlu bersusah payah dalam hal kepengurusan dokumen. Cukup datang ke Dinas PMPTSP, dengan membawa data dan syarat pendukung perizinan.

Untuk kelengkapan dokumen di instansi terkait, nantinya akan ada petugas yang mengurusnya.

“Program Jempol Satu ini, nantinya akan mempermudah investor masuk ke Demak. Dengan adanya investor yang masuk , tentunya menjadi berkah dan kemajuan untuk Demak, ” kata Bupati Natsir, seusai launching program Jempol Satu di Dinas PMPTSP Demak, Selas (26/8/2018).

Hadir dalam acara tersebut hadir pula,
Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto, Sekda Demak, Singgih Setyono dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurut bupati, program Jempol Satu, salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada publik dan sekaligus menghilangkan stigma negatif selama ini, terkait perijinan satu pintu di Demak yang berbelit belit.

“Stigma bahwa ‘satu pintu banyak jendela ‘ saat mengurus perizinan di Demak, kini tidak akan terjadi lagi. Pokoke’
Jempol Satu oke,”tandasnya.

“Kita memulai era baru, tidak seperti kemarin. Kalau masih seperti kemaren, kepala dinasnya saya ganti,” ujar Bupati Natsir sembari tersenyum.

Adanya kemudahan – kemudahan itu, diharapkan banyak menarik minat investor untuk datang dan menanamkan investasinya di Kota Wali ini.

“Dengan demikian banyak manfaat yang bisa diperoleh. Diantaranya, Pajak Bumi dan Bangunan, penyerapan tenaga kerja, serta IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang tentunya untuk kesejahteraan masyarakat Demak sendiri,” bebernya.

Sekda Demak, Singgih Setyono,
menjelaskan, sebelumnya jika ada investor yang yang ingin berinvestasi di Kabupaten Demak, harus mencari sendiri surat rekomendasi ke beberapa Dinas terkait untuk mendapatkan izin usaha.

Dengan adanya program Jempol Satu ini, kini para investor tidak perlu bersusah payah saat mendapatkan rekomendasi ijin usaha. Mereka cukup menyiapkan semua persyaratan yang harus dipenuhi, selanjutnya akan ada petugas tersendiri dari Dinas PMPTSP yang akan memprosesnya.

“Jadi, nanti dokumennya yang jalan, investor cukup duduk saja. Hanya butuh dua kali datang, saat menyiapkan persyaratan dan pada saat mengambil hasilnya dengan jangka waktu yang sudah ditentukan,” kata Singgih.

Sementara itu, Kepala PMPTSP, Umar Umar Surya Suksmana, menambahkan, program Jempol Satu merupakan salah satu bentuk terobosan, guna meningkatkan pelayanan kepada publik, setelah sebelumnya mendapatkan saran dari Divisi Pencegahan KPK untuk meminimalisir titik – titik kerawanan saat mengurus perizinan di Demak.

“Terkait perizinan di Demak, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan optimal,” kata Umar.

Umar menambahkan, ada 40 jenis perijinan di Kabupaten Demak dan dua non perijinan, yakni Tanda Daftar Gudang (TDG) serta Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

“Sejak Januari – Mei sudah ada 558 pemohon izin yang masuk, paling banyak izin pedagang pasar, izin usaha perdagangan, izin reklame, izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sementara pada tahun 2017 ada 4597 izin yang sudah terealisasi,” tutupnya.