SEMARANG, MediaJateng – Memperkuat pondasi pendidikan agama sejak dini digadang-gadang mampu membuat organisasi penganut paham radikalisme tidak bisa berkutik. Sebab, tidak akan ada orang yang bisa direkrut karena sudah bisa membedakan mana jalan yang salah dan benar.

Kuatnya pendidikan agama menjadi penting agar tidak ada kesalahpahaman kepada warga yang sedang bergairah belajar agama. Jika dasar ilmu agama saja tidak didapatkan, maka akan mudah menerima ajaran sesat yang tidak disadarinya. Sebagaimana dikatakan Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansur, di kantornya, kemarin.

“Agama yang benar pasti tidak akan mengajak anak dan keluarganya untuk menderita. Bahkan meninggalkan usaha yang mapan, dan akal sehat jadi hilang,” jelas Politikus Partai Nasdem.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jateng Amir Darmanto menambahkan, peran Intelegen dan Kesbangpolinmas juga harus diperkuat. Munculnya organisasi penganut paham radikalisme berkedok komunitas sosial tersebut seharusnya bisa dicegat dari awal. Terlebih Gafatar pernah terdaftar di Kesbangpolinmas Jateng.

“Keberadaan organisasi yang ternyata meresahkan masyarakat tersebut semeskinya tidak terjadi jika ada peringatan dari pihak keamanan,” ucap Anggota Komisi A DPRD Jateng.

Pihaknya menjelaskan, selama tidak membuat keresahan warga, maka organisasi tersebut dibiarkan. Kemudian ada grand disain akan diledakkan sewaktu-waktu. “Apa tidak ada koordinasi Kesbang dengan intel?” ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Pihaknya sangat menyayangkan, organisasi yang menyimpang tersebut tidak dipatahkan saat masih menjadi embrio. Pasalnya, jika dibiarkan seperti kasus Gafatar dan Negara Islam Indonesia (NII) yang kadung memiliki banyak pengikut, maka akan sulit menangani hal tersebut. Ironisnya, hal tersebut terus terulang di Indonesia, dan bisa berakibat membahayakan negara secara terstruktur. (M J 09)

13 KOMENTAR

Comments are closed.