GROBOGAN, Mediajateng.net – Dalam waktu dekat, perempatan jalan Diponegoro atau yang lebih dikenal dengan Perempatan Danyang akan dicor beton. Perbaikan tersebut rencananya akan dimulai tanggal 27 Agustus 2018 mendatang dengan anggaran Rp 1,2 M dari dana APBD.

Kepala DPUPR Kabupaten Grobogan, Subiyono, mengatakan, target perbaikan perempatan Danyang ini selesai empat bulan sesuai dengan kontrak. Pengerjaan proyek ini dilaksanakan CV Mukti Tama selaku pemenang lelang.

’’Perbaikan akan dimulai di jalur sebelah kiri dari arah Purwodadi. Jalan akan dicor setinggi 25 cm. Kalau tidak ada kendala, diperkirakan perbaikan jalan tersebut akan selesai selama empat bulan, sesuai kontraknya,’’ kata Subiyono, kemarin.

Sebelum pengerjaan dilakukan, lanjut dia, terlebih dulu akan dilakukan sosialisasi pada masyarakat. Sosialisasi itu dilakukan untuk mengarahkan pada pengguna jalan tentang jalur alternatif yang dapat dipergunakan selama masa pengerjaan.

Pasalnya, selama proyek tersebut dikerjakan jalur tersebut sementara akan ditutup, baik dari arah Selatan (arah Solo), utara (arah Kota Purwodadi), timur (arah Pulokulon) dan Barat (arah Sedadi/Pengkol).

’’Jalan dari arah timur (Kecamatan Pulokulon) akan dialihkan melalui Jalan Tentara Pelajar, jalan yang berlubang di sana sementara akan diurug. Jalan dari barat, akan dialuhkan melalui Jalan Thamrin, langsung masuk ke arah Kranggan atau Gendingan (Toroh),’’ ujarnya.

Menurut Subiyono, selama pengerjaan di jalur sisi timur, arus di jalur sisi barat akan diberlakukan dengan sistem buka tutup. Untuk pilihan lain, jalur bagian barat diberlakukan dua arah. Hanya saja itu akan dilihat dari kepadatan arus lalu lintasnya.

’’Dalam rapat, rekayasa ini akan diujicobakan tanggal 23 atau 24 Agustus, sebelum mulai pengerjaan. Kami berharap masyarakat dapat maklum, apalagi perempatan tersebut merupakan jalur penting dari Purwodadi menuju Solo,’’ ujarnya.

Dari pantauan Mediajateng.net, kondisi perempatan Danyang Jalan Purwodadi-Solo sudah rusak. Jalur tersebut juga kerP ditambal dengan urugan batu padas, namun tetap mengalami kerusakan. Selain banyak lubang, jalan tersebut juga sering tergenang saat hujan deras. (Ag-Mj)