GROBOGAN – mediajateng.net.
Jangan sekali-kali percaya dengan rayuan maut yang bisa menjadikan hidup kita lebih baik. Justru itu membuat kita hancur di akhir peristiwa. Seperti yang dialami beberapa warga di desa Mayahan, kecamatan Tawangharjo, kabupaten Grobogan. Pasalnya, sebagian dari penduduk setempat mengaku telah ditipu seorang pria yang berpura-pura menjadi ustadz. Di hadaapan mereka, “ustadz” ini meyakinkan dapat menjadikan kehidupan mereka menjadi kaya.

Mendapat informasi dari para korban, tim reskrim Polres Grobogan akhirnya berhasil membekuk AS (38) pelaku penipuan tersebut. Dalam press rilis yang digelar Polres Grobogan, kepada Mediajateng.net, Rabu (9/5/18) pelaku mengaku telah mengambil sejumlah perhiasan milik warga sebaga persyaratan agar mereka menjadi kaya.

Hal itu dibenarkan Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq. Dalam pernyataannya, Kapolres mengatakan modus AS dan teman-temannya yakni menanyakan sebuah alamat.

Kronologi awal, mereka naik mobil. Sesampainya di Mayahan, mereka berhenti. Satu pelaku turun dan berpura-pura menanyakan alamat sebuah rumah kepada para korbannya.

Tak hanya itu, korban juga dipaksa masuk ke dalam mobil dengan alasan meminta diantarkan ke lokasi yang dimaksud pelaku. Di mobil, pelaku justru merampas perhiasan para korban dengan ancaman gunting.

“Setelah korban terbujuk dan masuk kedalam mobil. Menurut keterangan para korban, ternyata di dalam mobil sudah ada pelaku lainnya dengan mengenakan jubah serba putih. Mereka meyakinkan para korbannya dengan memperkenalkan diri sebagai ustadz Setelah itu para pelaku memaksa korban untuk menyerahkan perhiasannya, karena diancam akan dibunuh akhirnya korban menuruti kemauan pelaku,” jelas Choiron.

AS sendiri bukanlah warga asli Kabupaten Grobogan. Di hadapan petugas, AS mengaku berasal dari desa Lecari, kecamatan Sukorejo, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Ia ditangkap polisi di dusun Kayen, desa Mayahan, kecamatan Tawangharjo. Setiap aksinya, ia bersama dua kawannya. Namun, pada saat penangkapan, dua temannya berhasil kabur.

Sementara AS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polres Grobogan.

“Saat ini telah berhasil kita tangkap dan amankan satu dari tiga pelaku tindak pencurian dengan kekerasan beserta barang bukti berupa jubah putih yang digunakan pelaku untuk menyamar sebagai ustadz,kemudian gunting, obeng dan perhiasan emas hasil perampokan. Dua pelaku lainnya berhasil kabur, namun identitas para pelaku sudah kita ketahui. Pelaku nantinya akan dijerat menggunakan pasal 365 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara”, kata AKBP Choiron El Atiq di hadapan para wartawan.

Ditambahkan juga, saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya.(agung-mj)