GROBOGAN, mediajateng.net – Setelah 15 tahun tidak beroperasi, stasiun Gambringan kembali diaktifkan sebagai stasiun naik dan turun penumpang. Minggu (1/12). Adalah Kereta Api Sancaka Utara jurusan Surabaya Pasar Turi – Kutoarjo yang melintas tiga stasiun di Grobogan. Tiga stasiun di Grobogan tersebut adalah stasiun Kradenan, Gambringan dan Gundih.

Sebagai tanda pengoprasian kembali stasiun Gambringan diadakan tasyakuran yang dihadiri oleh Kepala KAI Daop IV/ Semarang, M. Nurul Huda Dwi Santoso bersama jajarannya, perwakilan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan dan para awak media.

Proses reaktivasi Stasiun Gambringan dilakukan PT KAI Daop IV/Semarang dengan berbagai upaya. Tak terkecuali dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri nomor 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Api.

Kepala KAI Daop IV/Semarang, M. Nurul Huda Dwi Santoso dalam wawancara mengatakan, rute perjalanan KA Sancaka Utara memang melewati Stasiun Gambringan, yang memang sudah lama tidak aktif. Di sepanjang lintas Gambringan-Gundih, yakni 10 kilometer, terdapat 13 titik perlintasan yang tidak dijaga dan ini dinilai membahayakan masyarakat.

“Sebagai langkah antisipasi, PT KAI Daop IV telah melakukan upaya sosialisasi ke warga sekitar lintas ini dengan menggunakan dresin dan pemasangan spanduk himbauan. Sosialisasi tersebut dilakukan bersama Pemkab Grobogan dan aparat kewilayahan setempat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Setelah acara tasyakuran peresmian stasiun Gambringan, dilanjutkan launching KA Sancaka Utara. Dalam launching KA Sancaka Utara, PT KAI Daop IV/Semarang mengajak awak media yang bertugas di Kabupaten Grobogan untuk turut merasakan kenyamanan kereta tersebut.

Pukul 10.43 WIB KA Sancaka Utara berangkat dari stasiun Gambringan menuju stasiun Tugu Yogyakarta dan dilanjutkan ke stasiun Kutoarjo.

KA Sancaka Utara ini mampu mengangkut 456 penumpang, yakni 200 tempat duduk untuk kelas eksekutif dan 256 untuk kelas bisnis. Harga tiket untuk kelas eksekutif mulai dari Rp 175-270 ribu. Sementara, kelas bisnis mulai dari Rp 115 – 205 ribu.

Perjalanan dari Stasiun Gambringan menuju Yogyakarta hanya cukup ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam. Dengan kereta ini, bagi wisatawan yang hendak langsung menuju Malioboro menjadi lebih dekat. Pasalnya, kereta ini hanya berhenti di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Respon Positif

Kehadiran KA Sancaka Utara ini ternyata mendapatkan respon positif dari masyarakat di sekitar stasiun Gambringan dan Gundih. Di kedua stasiun ini, warga mencoba mendekati kereta api untuk melihat detail interior dalam kereta tersebut saat berhenti meski hanya dari luar jendela.

Sementara itu, para penumpang mengaku dimudahkan dengan adanya KA Sancaka Utara ini. Khususnya warga Kabupaten Grobogan. Mayoritas, para penumpang ini hendak berlibur dan sebagian berkuliah di Yogyakarta.

“Selama ini, kalau mudik pulangnya naik bus, itu pun harus oper bus lagi dari terminal Tirtonadi yang makan waktu cukup lama. Sekarang cukup naik KA Sancaka Utara ini. Kalau dulu masih bisa naik KA Kalijaga, cuma sekarang kabarnya sudah tidak aktif, tapi kalau Kalijaga dulu juga oper lagi di Solo,” ujar Anissa, penumpang asal Grobogan.

Sementara itu, Anjar, penumpang asal Purwodadi mengungkapkan, dirinya mencoba naik KA Sancaka Utara ini menuju ke Yogyakarta. Menurutnya, selama perjalanan dinilai nyaman.

“Nyaman naik KA ini. Mungkin kalau sendirian, tarifnya cukup murah. Harapannya, ke depan, KA Sancaka Utara juga buka kelas ekonomi, supaya masyarakat Grobogan yang ingin ke Yogyakarta tanpa perlu oper-oper lagi dan harga juga relatif pas di kantong,” tutur Anjar. (Ag-MJ)