Semarang,mediajateng.net-Petugas unit Tipikor Polrestabea berhasil mengamankan Pelaku pemberi identitas nasabah bank dalam kasus kejahatan pembobolan kartu kredit dan kredit tanpa agunan di sembilan Bank. Namun demikian, polisi terus mendalami kasus kejahatan perbankan ini yang diduga adanya jual beli data nasabah dengan melibatkan freelance perbankan.
Pelaku yang diamankan berinisial AS, warga Kota Semarang. Keterlibatan tersangka AS dalam kasus ini karena telah memberikan informasi nama identitas nasabah bank kepada tersangka Muhammad Deky Nawawi, 37, otak pelaku utama yang telah diringkus aparat di komplek pertokoan Metro Plaza Peterongan No D-17 Jalan MT Haryono, Kamis (1/12) yang lalu.

“Sebelumnya pada saat upaya pengejaran maupun penangkapan, yang besangkutan sempat melarikan diri. Namun pada akhirnya yang bersangkutan telah datang untuk menyerahkan diri diantar oleh keluarganya,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji usai gelar perkara di Mapolrestabes Selasa (7/12).

Abiyoso menambahkan peran AS dalam kasus Perbankan ini berperan yang memberikan data nasabah kepada Deky. Padahal menurut Abiyoso, data-data identitas tersebut merupakan sesuatu kerahasiaan oleh pihak bank yang tidak untuk dibocorkan atau dishare.

“Tapi ternyata data-data itu di dibocorkan keluar, ditampung oleh pelaku kemudian membuat identitas palsu tadi untuk mengolah  dan melakukan modus dan seterusnya,” katanya.

Namun demikian, Abiyoso belum bisa memberikan keterangan detail terkait nama lengkap inisial AS dimaksud. Alasanya kasus ini masih dalam pendalaman dan pengembangan oleh pihak penyidik Polrestabes Semarang.

“Nama pelaku belum bisa saya sampaikan (lengkap), supaya pelaku-pelaku lain yang ada didalamnya tidak kabur jauh. Inisial AS warga Semarang (Kota). Menurut keyakinan kami, mereka masih dalam lingkup-lingkup Kota Semarang dan sekitarnya itu juga.

Abiyosa menjelaskan, tersangka AS yang telah diamankan tersebut bukan seorang karyawan bank. Hasil keterangan penyidik, AS mengakui memperoleh data-data tersebut didapat dari rekanya yang berprofesi sebagai karyawan freelance perbankan.

Meski telah berhasil mengamankan empat tersangka termasuk AS, Abiyoso mengakui masih belum puas. Pihaknya sangat meyakini kasus yang didalami dan dikembangkan nantinya memunculkan banyak pihak-pihak lain yang ikut terlibat didalamnya.
Abiyoso menambahkan sampai sejauh ini baru ada tiga pelapor dari pihak perbankan yang menjadi korban kejahatan komplotan ini.

“Baru ada tiga orang pelapor, dari Bank Mandiri, BII dan Bank Standart Carter. Kalau jumlah kerugian, sementara masih berjumlah itu (Rp 335 juta),” katanya.(MJ-303)