Semarang- mediajateng.net

Tingginya kebutuhan masyarakat untuk membeli rumah mendorong sejumlah lembaga jasa keuangan menggandeng perusahaan pembiayaan dan bank milik pemerintah daerah, agar kepemilikan rumah semakin naik. Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial, Ananta Wiyogo mengatakan pada tahun ini pihaknya siap menggandeng 12 bank milik pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Indonesia Timur.

“Kami memiliki dana segar senilai Rp. 5,7 trilyun yang harus terserap untuk pembangunan rumah di seluruh Indonesia. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun lalu, sebesar Rp. 5,1 trilyun. Nilai tersebut diharapkan terserap untuk sektor rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.” katanya

Kebutuhan perumahan secara nasional mencapai 600 – 800 ribu unit per tahunnya. Sementara itu sepanjang tahun 2016, realisasi pembangunan perumahan nasional baru sekitar 80,5 persen dari target program satu juta rumah. Dimana 569 ribu unit rumah dibangun untuk skala masyarakat berpenghasilan rendah. Jumlah tersebut jelas masih sangat rendah dalam kontribusinya mengejar ketertinggalan kebutuhan rumah bagi masyarakat.

PT Sarana Multigriya Finansial, adalah badan usaha milik negara di bawah kementerian kuangan. Sepanjang tahun 2016, BUMN ini berhasil menyalurkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR melalui penyaluran pinjaman hingga mencapai angka Rp. 7,14 trilyun (MJ-202)