WONOSOBO, Mediajateng.net – Polres Wonosobo memastikan motif dianiayanya pelajar MTS di Wadaslintang, dilakukan siswa SMP Kaliwiro, Wonosobo karena tersinggung setelah di pelototi oleh korban.

Dari keterangan pelaku,  Selasa (30/1) pagi, korban, Ahmad Eko Prasetyo sempat melotot (jawa : mecicil) kepada pelaku. Pelaku yang emosi menghadang korban saat pulang sekolah siang hari di hari yang sama.

Setelah menghadang korban di jembatan Kepodang, Desa Ngalian Kecamatan Wadaslintang, pelaku memukuli korban hingga tidak berdaya. Melihat korban pucat dan lemas, pelaku meninggalkan korban di tepi jalan.

Oleh warga, korban dibawa ke Puskesmas Wadaslintang untuk mendapat perawatan, namun ternyata sudah meninggal dalam perjalanan.

Kasatreskrim AKP Edy Istanto, S.H, dalam rilisnya, Rabu (31/1/2018) mengatakan, 3 orang pelaku masih ditahan karena kasus penganiayaan pelajar.

“Inisialnya A, S dan D Semuanya di bawah umur. Kami melakukan pemeriksaan terhadap mereka dengan didampingi orang tua, petugas dari Bapas Magelang, LSM, serta pengacara,” kata Kasatreskrim.

“Rencananya, sambil proses penyidikan berlangsung, ketiganya akan kami titipkan ke Panti Sosial Antasena di Magelang,” katanya menambahkan.

Polisi menerapkan pasal 80 ayat (3) Jo. 76 C Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu dari hasil otopsi  korban yang dilakukan tim DVI Polda Jateng di RSUD Wonosobo, ditemukan penyebab kematian korban adalah karena pukulan benda tumpul yang mengakibatkan luka di hati dan paru-paru. Jenazah korban sendiri sudah dimakamkan pada Rabu pagi di pemakaman umum Desa Trimulyo.

Sebagai bentuk keprihatinan dan bela sungkawa, Kapolres Wonosobo mengunjungi keluarga korban seusai pemakaman. Selain bertemu langsung dengan pihak keluarga korban, Kapolres juga memastikan proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kepada para pelaku, kami tetap akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” katanya.Mj-505