SEMARANG, mediajateng.net, – Sejumlah mahasiswa dari jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM) mengembangkan aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) bagi instansi sebagai tugas akhir perkuliahan semester gasal baru-baru ini.

Mahasiswa semester lima ini diberikan kewajiban membuat aplikasi SPK secara berkelompok. Mereka melakukan wawancara dan observasi terhadap permasalahan yang dihadapi instansi/lembaga dan mitra yang dapat diselesaikan dengan bantuan SPK.

Menurut dosen mata kuliah SPK yang sekaligus Kaprogdi S1 Sistem Informasi USM, Prind Tri Ajeng Pungkasanti, mahasiswa melakukan wawancara dan observasi kepada mitra dan UMKM.

“Usai melakukan observasi, setiap kelompok menentukan metode atau model SPK yang digunakan untuk masing-masing mitra” ujarnya.

“Selanjutnya data masing-masing mitra disimulasikan dengan metode yang digunakan untuk kemudian dianalisa. Apabila hasil analisa sesuai, setiap kelompok mengembangkan hasil analisa kedalam bentuk aplikasi dan beberapa aplikasi berbasis web dan desktop” terangnya.

Prind mengatakan SPK merupakan suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model.

Menurutnya, hampir seluruh mitra merespon dengan positif kegiatan ini, karena permasalahan yang dihadapi ternyata dapat dimodelkan dengan SPK. Output dari SPK menjadi informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan sehingga keputusan yang diambil bisa tepat dan optimal.

Beberapa pemodelan SPK yang dikembangkan mahasiswa USM adalah Penentuan Penerima Beasiswa di SMA Masehi dengan metode profile matching, penentuan penerima bantuan raskin di Kelurahan Bangetayu Wetan Semarang, Penentuan Kecamatan Siap Teknologi Informasi di Kabupaten Pati, serta aplikasi untuk menentukan Kelayakan Calon TKI di BP3TKI Kota Semarang.

“Tugas akhir semester ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk bertemu langsung dengan permasalahan yang dihadapi di masyarakat dan dapat memberikan solusi untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (ot/mj)