Semarang, Mediajateng.net – Dua pelaku penipuan dengan modus lowongan kerja palsu berhasil ditangkap oleh petugas Resmob Polrestabes Semarang. Pelaku yang berprofesi sebagai jasa video shooting dibekuk dalam sebuah Penggerebekan di kawasan jalan Purnosari, Kemijen Semarang pada hari Jum’at (4/11) yang lalu.

Pelaku yang diketahui bernama Hamdun (42), warga Jalan Purnosari I, kekurahan Kemijen, Semarang Timur ini dalam melancarkan aksinya dibantu oleh seorang perempuan bernama Eka Setiawati (25) warga pati yang mengaku sebagai Supervisor perusahaan PT Motomo Indonesia bernama Silvy.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan jika pelaku Hamdun ini merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2010 silam dan divonis selama 14 bukan. Kasus terakhir yang dilakukan oleh Hamdun ini adalah menipu tiga orang warga Kabupaten Kendal pada tanggal 26 Oktober 2016 yang lalu.

“Modus pelaku ini adalah menyebarkan brosur kepada pencari kerja. Mereka diiming imingi gaji besar dan fasilatas mess. Dalam menjalankan aksi dibantu oleh teman wanitanya yang seolah olah merupakan supervisor di perusahaan itu,” ungkap Abiyoso saat ekspose kasus ini di halaman Mapolrestabes Semarang Senin (7/11).

Pelaku Hamdun ini sudah menjalankan aksinya selama dua tahun terakhir dengan korban rata-rata perempuan pencari kerja dari berbagai wilayah seperti Kendal, Demak dan Wonosobo.

“Ada kurang lebih 200 orang yang sudah menjadi korbanya. Pelaku mengincar telpon genggam, dan perhiasan, serta uang tunai dari para korbanya,” imbuhnya.

Sementara dalam pengakuanya Hamdun ini selalu berpindah lokasi salan setiap pertemuan dengan para korbanya, seperti di jalan Imam Bonjol, Pemuda dan kawasan pelabuhan.

“Saya boncengin berdua, saya ajak ke suatu tempat. Sengaja saya pisah pisahkan korbanya. Tas, Hp dan perhiasan saya minta dengan alasan karena di perusahaan ada metal detector. Habis itu saya tinggal begitu saja,” kata Hamdun

Sedangkan pelaku lainya, Eka setiawati saat diinterogasi mengatakan, kalau dirinya hanya diperalat oleh Hamdun. Sua mengira Hamdun benar benar mencarikan pekerjaan kepada beberapa perampuan.

“Saya dulu pegawai di jasa shooting video dan organ tunggal. Oleh hamdun saya disuruh membantu menerima telpon dan mengaku bernama silvy,” katanya.

Saat ekspose kasus penipuan ini pihak Polrestabes sengaja menyuruh para korban untuk melihat secara langsung pelakunya. Begitu melihat dua pelaku, sumpah serapah para korban tak terhindarkan.

“Ooo dasar mulut berbisa, ternyata penjahat. Masih gagah kok menipu, kaya gak ada kerjaan lain,” umpat Dessy (25) warga Kendal.

Selain menangkap dua pelaku penipuan ini petugas juga mengamankan barang bukti berupa  puluhan Hp,  Kartu Atm dari berbagai bang, kartu identitas, organ, sepeda motor dan surat nikah dan tas dari berbagai merk.
Untuk masyarakay yang merasa pernah menjadi korban penipuan ini bisa melapor ke unit Resmob Polrestabes Semarang. (MJ -303)

2 KOMENTAR

Comments are closed.