Pengusaha Muda Indonesia Minim?

SEMARANG, Mediajateng.net – Penanaman jiwa wirausaha bagi kalangan pemuda dirasa cukup mendesak. Mengingat minimnya pengusaha di Indonesia.

Dalam diskusi “Peran Wirausaha Muda Dalam Mendorong Perekonomian Daerah”, Kamis (27/10) di Semarang, CEO Bank Mandiri Regional Tujuh Semarang, Maqin Norhadi menyampaikan mindset wirausaha selama ini hanya di dominasi kelompok tertentu, yang sedari dini sudah intens menanamkan praktik kemandirian. “Sejak kecil kita tidak pernah diajarkan untuk berdagang. Sebaliknya sejak dini, yang menjadi pelajaran adalah ilmu pasti, seperti halnya matematika yang minim implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat. Ujungnya, setelah besar, nantinya akan menjadi pegawai,” menurutnya.
Persoalan ini menurutnya menjadi faktor utama penyebab, mengapa sampai saat ini jumlah pengusaha di dalam negeri tidak juga bertambah. Sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah pula, terutama kementerian pendidikan. “Indonesia masih sangat membutuhkan edukasi untuk menjadi wirausaha sedari dini,” tegas dia. 
Sektor perbankan sendiri, lanjut Maqin, sudah sejak dua tahun ini memiliki program Wirausaha Muda Mandiri, untuk menjaring wirausaha baru, menghimpun dari berbagai sektor usaha. “Tujuan akhirnya adalah wirausaha yang berhasil terjaring ini, tidak lantas berhasil membuka usaha kemudian hari langsung tutup, namun memberikan endampingan dalam me-manage usaha secara optimal,” kata dia. (MJ-036)

Comments are closed.