Pengin Lidah Bergoyang? Harus Nyoba Kudapan Khas Semarang di sini

0
586

SEMARANG, Mediajateng.net – Bisnis oleh-oleh khas Semarang masih memberikan peluang menjanjikan. Mulai bandeng duri lunak (presto) hingga kudapan khas Semarang, lumpia.

Menurut pemilik toko ‘Bandeng Presto Juanda’ di Jalan Mayjend Sutoyo 35 (Kampung Kali) Semarang, Susana Sri Hartati, meski sudah banyak toko oleh-oleh di Semarang, dirinya meyakini toko miliknya bisa menjadi alternatif bagi wisatawan dan warga Semarang yang ingin berbelanja oleh-oleh.

“Lihat saja tiap orang atau wisatawan pasti beli oleh-oleh untuk orang terdekatnya. Jadi bisnis ini masih menjanjikan. Apalagi kunjungan wisata di Semarang terus meningkat, kami yakin makin banyak orang berbelanja,” ujarnya disela-sela pembukaan toko, Senin (14/5).

Susana menjelaskan, bandeng presto dan lumpia menjadi menu andalan yang disajikan berbeda dibandingkan toko oleh-oleh ditempat lain. Begitu juga dengan harga, dirinya mematok dengan harga yang bersaing tapi rasa tetap enak.

“Bandeng presto dijual dengan harga Rp 95 ribu perkilo.  Kalau lumpia dijual mulai dari harga Rp 8 ribu, dengan anek rasa seperti original, rasa ayam dan kepiting serta rasa udang spesial. Dan di toko kami, pembeli bisa ‘nyicipi’ (mencoba makanan) ditempat,” jelasnya.

Ditambah lagi menurutnya, banyak makanan dan jajanan yang menjadi pelengkap menu utama. Sebagai contoh roti rasa kacang, keju dan rasa lainnya. Hal ini kata dia, semakin menambah pilihan bagi konsumen saat berbelanja oleh-oleh.

“Lokasi toko kami juga mendukung. Karena pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran sudah macet. Di toko kami tersedia tempat parkir luas. Jadi pembeli makin nyaman belanja,” tambahnya.

Ke depan, kata dia, varian rasa makanan dan jajanan akan ditambah dengan menyesuaikan keinginan pasar dan masukan dari para pelanggan.

Lebih lanjut Susana menambahkan, lima tahun yang lalu dirinya telah membuka toko serupa di ‘Kampung Jawa’ yang berlokasi di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Segmen market yang dibidik adalah konsumen bisnis dan sisanya para wisatawan.

“Tiap week end, tingkat kunjungan bisa tiga kali lipat. Kami kerjasama dengan tour and travel. Jadi ramai terus banyak orang mampir dan belanja oleh-oleh,” terangnya.

Dengan melihat peluang bisnis oleh-oleh yang kian menjanjikan tersebut, Susana akhirnya memberanikan diri mencoba keberuntungan membuka cabang di Kota Semarang