Semarang-medijateng.net

Terkait Dugaan Korupsi pemotongan insentif RSUD Kraton Pekalongan Direktur Resese Kriminal Khusus Kombes Lukas Akbar Abriari membenarkan bahwa Jum’at (3/3) telah memeriksa Bupati Pekalongan Asip Kholbihi lsebagai saksi terkait aliran dana pemotongan insentif Manajerial yang diduga dilakukan oleh Direktur RSUD Kraton Mohamad Teguh Imanto.

“Hitungan penyidik mencapai Rp 5 miliar dari tahun 2014. Semua pihak yang menerima uang akan kita periksa, termasuk Wakil Bupati Pekalongan. Untuk penetapan tersangka menunggu perhitungan dari BPKP Jateng ” ungkap Lukas

lukas menambahkan untuk Bupati Pekalongan Asif Kholbihi sendiri menerima aliran dana Rp.90 juta, namun sudah dikembalikan.

” uang tersebut akan disita untuk dijadikan barang bukti, pada Direktur RSUD Kraton,” imbuhnya

Sementara terkait hal tersebut Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyatakan bahwa dirinya siap diperiksa kembali jika penyidik memerlukan keterangan tambahan

” Ini kebijakan lama yang harus dikoreksi. Momentum bersih bersih di Kraton . Sudah tidak ada lagi pemungutan insentif. Kemarin ada mekanisme yang salah,” ujarnya.

Sebelumnya pada 15 Februari yang lalu penyidk Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jateng telah memeriksa mantan Bupati Pekalongan periode sebelumya Amad Antono. Dari keterangan Kombes Lukas Akbar, mantan Bupati tersebut juga sudah mengembalikan uang sebesar Rp.400 Juta. Rencananya wakil Bupati Arini Harinurti duperiksa akan diperiksa penyidik pada hari Senin 6 maret 2017 mendatang. (MJ-303)