SEMARANG, mediajateng.net – Kasus dugaan penggelapan pembayaran pajak dan praktik prostitusi di salah satu tempat hiburan karaoke di Semarang, mengundang keprihatinan banyak pihak. Lebih miris lagi, kasus tersebut dilaporkan oleh rekan bisnisnya sendiri.

Sejumlah kalangan meminta agar para pemangku kebijakan yang mengeluarkan aturan, untuk memperketat pengawasan dan perizinan tempat-tempat hiburan di Kota Semarang.

Salah satu lembaga cegah kejahatan yang ikut mengikuti perkembangan kasus tersebut, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kota Semarang, ikut berkomentar.

Menurut Ketua LCKI Kota Semarang, Doni Sahroni, perlunya pengawasan yang ketat agar tidak terulang segala bentuk pelanggaran. Hal ini dikarenakan, saat ini banyak bemunculan tempat hiburan sebagai imbas dari pesatnya kemajuan Kota Semarang sehingga mengundang banyak investor.

“Salah satunya yang bikin hidup adalah menjamurnya tempat- tempat hiburan, seperti karaoke, kafe dan pub. Namun, perkembangan yang begitu pesat itu, sayangnya kurang dibarengi pengawasan yang ketat,” katanya kemarin, didampingi Sekertaris, Widiyanto Tri Handoko dan Bendahara LCKI, Alfebian Yulando.

Doni berharap para pengelola tempat hiburan mematahui aturan yang berlaku. Hal ini juga kata dia, akan berpengaruh terhadap keberlangsungan iklim investasi di Kota Semarang. Terkait kasus dugaan penggelapan pembayaran pajak dan praktik prostitusi di tempat hiburan yang sedang ditangani pihak kepolisian, LCKI meminta untuk diusut tuntas.

“Kami dukung aparat berwajib penegak hukum untuk mengungkap pelanggaran yang dilakukan oleh para pengusaha hiburan dalam menjalankan usahanya. Kami pun siap membantu pihak kepolisian bila dibutuhkan,” tambahnya.

Seperti diketahui, manajemen salah satu tempat hiburan, Zeus Karaoke Semarang, dilaporkan kepada polisi atas dugaan praktik prostitusi yang dilakukan tempat hiburan tersebut. Selain itu, Zeus Karaoke juga dilaporkan telah melakukan penggelapan pembayaran pajak. Sampai saat ini, kasus tersebut masih diselidiki pihak kepolisian. (ot/mj)